AdvertorialNgawi

Dewan Janji Teruskan Aspirasi Mahasiswa ke DPR RI

KALANGAN dewan mengapresiasi langkah perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Ngawi menyampaikan aspirasi lewat jalur audiensi. Sebab, langkah itu dinilai positif untuk menjaga kondusivitas daerah.

Ketua sementara DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menjelaskan, dalam audiensi Kamis (26/9) mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Salah satunya tentang rancangan undang-undang KUHP (RKUHP). Mereka menilai sejumlah pasalnya perlu dikoreksi. ‘’Sebenarnya ini isu nasional, bukan hanya mahasiswa atau masyarakat Ngawi,’’ katanya.

Menanggapi tuntutan itu, Antok –sapaan Dwi Rianto Jatmiko- menyampaikan bahwa pihaknya sudah memberikan gambaran secara umum terkait langkah Presiden Joko Widodo yang menunda pengesahan RKUHP. ‘’Kami juga sepakat dengan adik-adik mahasiswa bahwa ada beberapa pasal yang perlu dicermati lagi,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya berjanji bakal menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dengan menyampaikan kepada para pihak yang berkompeten. Dalam hal ini DPR RI maupun fraksi dari partai politik di tingkat pusat yang melakukan pembahasan RKUHP. ‘’Melalui lembaga maupun induk fraksi masing-masing kami minta untuk menyampaikan aspirasi itu ke jenjang yang lebih tinggi,’’ janjinya.

Sedangkan yang berkaitan dengan UU KPK, menurut Antok, mahasiswa sebenarnya menerima peraturan tersebut. Namun, ada sejumlah permasalahan yang mereka tidak setuju. Terutama yang berkaitan dengan kewenangan dewan pengawas KPK.

Mahasiswa, lanjut Antok, menilai dewan pengawas perlu ada. Namun, mereka mempertanyakan kewenangan soal izin pengadaan maupun penyusunan kode etik. ‘’Tapi, intinya mereka juga menerima (undang-undang KPK),’’ tutur Antok.

Karena saat ini susunan alat kelengkapan dewan (AKD) belum terbentuk, pihaknya bakal menyampaikan aspirasi itu kepada para pimpinan fraksi untuk merespons. ‘’Yang jelas, langkah yang diambil mahasiswa sudah benar dan masih dalam kerangka konstitusi,’’ ungkapnya.

Bagaimana jika setelah audiensi mereka turun ke jalan untuk menggelar aksi? Menurutnya, jika semua tuntutan mahasiswa sudah dipenuhi tapi tetap melakukan unjuk rasa, berarti telah keluar dari konteks yang didiskusikan. ‘’Semua sudah kami respons seperti yang mereka harapkan. Kalau tetap ada aksi di jalan, itu nawaitunya saya kira sudah berbeda,’’ ucapnya. (tif/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button