Advertorial

Dewan Ingatkan Pemotongan Hewan Kurban Terapkan Prokes

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pada momen Idul Adha tahun ini yang masih dalam suasana pandemi Covid-19, penyembelihan hewan kurban tetap diizinkan meski dengan sejumlah pembatasan. Pun, wakil rakyat mengajak kaum muslim melaksanakan penyembelihan sesuai aturan pemerintah.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) BMS menjelaskan, sesuai Surat Edaran Wali Kota Madiun Nomor 451/2487/401.012/2021, penyembelihan dilaksanakan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. ‘’Durasi penyembelihan dibatasi maksimal 4-5 jam,’’ kata AR, Selasa (20/7).

AR menambahkan, pemotongan hewan kurban dilaksanakan di tempat terbuka yang memungkinkan jarak fisik terjaga. Pun, hanya melibatkan petugas. Sementara, petugas pendistribusian wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima. ‘’Semua yang telah diatur oleh pemerintah kiranya dapat dijalankan dengan baik. Selamat Hari Raya Idul Adha,’’ ucapnya.

Penerapan prokes, lanjut AR, termasuk pengukuran suhu tubuh petugas dan warga yang berkurban. Mereka juga disarankan mengenakan sarung tangan dan pakaian lengan panjang. ‘’Diupayakan petugas tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga untuk mengantisipasi virus masuk ke tubuh,’’ terangnya.

AR menambahkan, petugas disarankan tidak berjabat tangan atau kontak langsung. Pun, wajib membersihkan diri sebelum masuk rumah dan bertemu anggota keluarga. Selain itu, penyelenggara dilarang menggelar makan bersama di tempat pemotongan hewan kurban. ‘’Tentu penyembelihan juga harus sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih,’’ tegasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengajak warga mengisi Idul Adha dengan semangat gotong royong menekan laju sebaran Covid-19. Salah satunya diwujudkan dengan penerapan prokes saat penyembelihan hewan kurban. ‘’Ayo masyarakat patuhi prokes dan anjuran pemerintah,’’ ajak Istono.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Armaya mengingatkan alat penyembelihan hewan kurban wajib diperhatikan kebersihannya. Sesuai instruksi wali kota (inwal), peralatan dibersihkan dan didisinfeksi sebelum maupun sesudah digunakan. Selain itu, menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu petugas terpaksa menggunakan alat lain, harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan. ‘’Kita tidak ingin pascahari raya ini kasus meningkat. Karena itu, mari bersama ikhtiar mengikuti anjuran yang ada demi kebaikan kita bersama,’’ tutur Armaya. (kid/c1/isd/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button