AdvertorialMadiun

Dewan Godok Raperda Santunan Kematian

Minta Masukan Warga, Ditarget Tuntas Maret

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan anggota DPRD Kota Madiun berencana mengusulkan tentang penyelenggaraan santunan kematian. Aturan yang menyangkut hal tersebut mulai dilakukan uji publik Selasa (11/2). Mulai dari soal berapa besaran santunan dan bagaimana mekanisme pemberian bantuan tersebut kepada masyarakat.

Ketua Pansus I Raperda Penyelenggaraan Santunan Kematian F Bagus Panuntun mengatakan, dalam regulasi itu diatur pelaksanaan program sosial tersebut. Salah satunya besaran santunan kematian disepakati awal sebesar Rp 1 juta untuk ahli waris. ‘’Tapi, untuk kepastiannya akan dibahas lebih lanjut dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait pada 24 Februari mendatang,’’ kata Bagus.

Yang jelas, besaran santunan kematian disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Selama ini, berdasarkan catatan dispendukcapil, terdapat 1.500–2.000 warga Kota Madiun meninggal setiap tahunnya. Dengan begitu, asumsinya anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan aturan tersebut mencapai Rp 2 miliar. ‘’Nilainya disesuaikan dengan kekuatan APBD,’’ ujarnya.

Pihaknya tak menampik masih ada usulan dari warga yang disampaikan saat uji publik, belum tercatat dalam draf raperda inisiatif DPRD. Selanjutnya, usulan itu bakal dijadikan pertimbangan oleh para anggota dewan saat proses pembahasan berlangsung. ‘’Harapan kami, masukan dari masyarakat itu bisa menjadi (bahan) input saat pembahasan raperda,’’ ucap politisi PSI tersebut. ‘’Pertanyaan dari warga sangat bagus-bagus. Hal itu membuktikan kalau mereka tertarik dengan raperda yang kami usulkan ini,’’ imbuh Bagus.

Pihaknya berharap raperda itu bisa ditetapkan dan diundangkan pada tahun ini. Sehingga, mulai tahun depan peraturan tentang penyelenggaraan santunan kematian itu bisa langsung diterapkan. ‘’Kami menargetkan pada Maret mendatang raperda ini sudah bisa dikirim ke pemprov untuk difasilitasi gubernur. Harapannya tahun ini bisa diundangkan,’’ tuturnya. (her/c1/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close