Peristiwa

Dewan Desak Perbaikan Pipa

PACITAN – Bencana yang terjadi di Pacitan pada 27 November 2017 lalu masih terasa dampaknya bagi sebagian warga Pacitan. Hal itu setelah pergeseran tanah dan lonsor membuat sebagian pipa PDAM rusak dan bocor. Alhasil, warga yang menggantungkan kebutuhan air bersih mereka pada PDAM hanya bisa pasrah lantaran air yang tak lagi mengalir. “Kalau menurut saya, pipa itu harus segera dibenahi. Karena kalau bocor, PDAM rugi, dan warga sama,” kata Ketua Komisi IV DPRD Pujo Setyo Hadi, Jumat (13/7).

Pujo mengungkap perbaikan terhadap pipa mesti segera dilakukan. Jika dibiarkan, tak hanya membuat warga tak memiliki air. Namun, PDAM sendiri juga turut merugi lantaran air terbuang percuma. Penanganannya sendiri mesti segera dilakukan segera. Baik pengelolaan anggaran maupun pemetaan medan di lapangan. “Karena BUMD kalau tidak mempunyai anggaran bagaimana, itu harus ditemukan solusinya,” ujar Pujo.

Selain jangka pendek, tindakan preventif mengantisipasi kekeringan dalam jangka panjang juga menjadi pertimbangan dewan. Pasalnya, kekeringan di Kabupaten Pacitan tak hanya terjadi satu kali. Tiap tahun di musim kemarau, keluhan warga akan sumur yang mati hingga kekurangan air bersih menjadi makanan sehari-hari. Pujo berharap pemkab dapat memberikan solusi untuk menjaga mata air yang ada di Pacitan. “Secara umum di wilayah barat ini sudah rutinitas (kekeringan) di kemarau panjang,” ungkapnya.

Pujo berharap pemeliharaan sumber air seperti penghijauan di tempat mata air atau reboisasi kawasan hutan sekitar desa dapat dilakukan. Pasalnya, jika tak segera, dirinya khawatir kekeringan lebih parah bakal terjadi di Pacitan suatu saat nanti. Tak hanya itu, sumur pantek untuk setiap warga yang tiap tahun kekeringan juga diungkapnya bisa menjadi terobosan mengatasi masalah krisis air.  “Ini jangka panjangnya,” sebut Pujo.

Tak hanya masalah kekeringan di wilayah Nawangan, keluhan warga akan air yang tak layak pada sumur mereka juga menjadi perhatian komisi IV. Pasalnya, di setiap musim hujan sumur tanah bakal keruh dan penuh kaporit. Meski di musim kemarau saat ini air kembali jernih. “Ini seharusnya ada penyaringan, meski biayanya besar. Tapi bagaimanapun ini menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” jelasnya.

Direktur PDAM Agus Suseno mengungkapkan, kebocoran pipa-pipa milik PDAM yang mengarah ke Kecamatan Nawangan telah diperbaiki. Namun, hal itu belum sepenuhnya rampung lantaran masih perlu penambahan aksesori pada pipa berukuran dua hingga tiga dim yang mesti didatangkan dari luar Pacitan. Dirinya mengakui, jika tak segera diperbaiki, kebocoran pipa PDAM bakal menambah kerugian perusahaannya. “kultur tanah di lokasi membuat tanah bergerak, jadi bisa memengaruhi posisi pipa yang ada,” katanya.

Serupa dengan yang ada di rumah warga, debit air di PDAM Pacitan diakui Agus juga mengalami penurunan. Setidaknya penurunan sekitar 10 persen mulai dirasakan pada sumber air PDAM saat ini. Hingga di beberapa lokasi, penyaluran sumber air mesti bergiliran dengan sistem block agar air bisa sampai tujuan. “Kita sebenarnya memiliki banyak sumber di beberapa wilayah. Mulai barat, timur, selatan, hingga utara Pacitan,” terang Agus. (mg6/c1/rif)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close