Madiun

Dewan Belum Gembira, Sejumlah Fraksi Soroti Aset dan Silpa Rp 165 M

MADIUN, Radar Caruban – Kalangan DPRD belum gembira dengan penurunan empat persen sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) APBD 2019 Kabupaten Madiun dibandingkan periode sebelumnya.

Sejumlah fraksi menyoroti duit nganggur mencapai Rp 165,3 miliar dalam rapat paripurna agenda pandangan umum fraksi tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019 Kamis (16/7). ‘’Selisih sedikit dari APBD 2018 Rp 172,2 miliar,’’ kata Ketua Fraksi Golkar Nurani Sejahtera (GNS) Mashudi.

Menurut dia, penurunan silpa belum signifikan. Eksekutif harus lebih maksimal meningkatkan serapan belanjanya. Salah satu caranya, matang dalam membuat perencanaan awal. Sehingga, penyerapan bisa berjalan baik. ‘’Mungkin, yang perlu diperbaiki belanja pegawai,’’ ujarnya.

Selain silpa, legislatif juga mempertanyakan komponen dalam aset senilai Rp 4,1 triliun per 31 Desember 2019. Nominal itu tercantum dalam nota keuangan yang dilaporkan Bupati Ahmad Dawami dalam rapat paripurna sebelumnya. ‘’Aset itu banyak jenisnya, seperti aset tidak lancar berupa tanah. Tolong dijelaskan secara terperinci,’’ kata Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa Slamet Rijadi.

Menurut Slamet, status kejelasan aset sangat penting. Bukan hanya mengamankan fisiknya, melainkan juga administrasi dan hukum. Perlu tim khusus yang menangani. Eksekutif harus memiliki database yang memadai dan dapat diandalkan akurasinya. Mulai jumlah, tempat, dan pengelolanya. ‘’Harapan kami semakin bagus dan tertib, petugas aset jangan sering digonta-ganti,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Eksekutif Evaluasi Serapan Anggaran

SEMENTARA, Bupati Madiun Ahmad Dawami menyebut bahwa perencanaan yang matang selalu dibuat dalam setiap program dan kegiatan. Beberapa memang tidak berjalan maksimal karena sejumlah faktor. ‘’Penyumbang silpa dari pos belanja modal hingga belanja barang,’’ katanya.

Kaji Mbing, sapaan bupati, mengambil contoh dana cadangan bencana. Dari alokasi Rp 3,1 miliar, terserap kurang dari 50 persen. Penyebab dana itu terserap sedikit karena minim bencana terjadi pada tahun anggaran berjalan. ‘’Bukan karena penyebab yang lain. Beda ceritanya terkait dana cadangan seperti tahun ini (ada pandemi Covid-19),’’ terangnya.

Menurut dia, kritik dan saran dari fraksi merupakan hal wajar. Pihaknya bakal melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depannya lebih baik. ‘’Kami akan melihat di titik mana saja yang serapannya kurang,’’ ujarnya.

Perihal perbaikan pengelolaan aset, Kaji Mbing bakal memperhatikan saran fraksi. Pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengelolaan. ‘’Mulai inventarisasi sampai sertifikasi untuk tanah. Serta penghapusan bagi aset yang tidak layak,’’ tandasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button