Pacitan

Desember Bulan Kritis, Deadline Tempati Bangunan dan Pengerjaan Proyek

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan –  Kegiatan belajar-mengajar (KBM) SDN 2 Karanggede dan SMPN 4 Arjosari Satu Atap, Pacitan, jadi pertaruhan. Sejumlah siswa satuan pendidikan itu terancam tidak bisa maksimal dalam menyiapkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019/2020.

Sebab, tahapan awal agenda itu dimulai pada Desember. Bulan yang terbilang kritis karena batas terakhir menempati bangunan terdampak proyek Waduk Tukul. Apalagi, bulan kedua belas itu tenggat terakhir proyek pembangunan dua sekolah relokasi selesai digarap. ‘’Desember itu masuk tahap persiapan ujian nasional,’’ kata Kepala SMPN 4 Arjosari Satu Atap Arif Triatmoko Senin (26/8).

Arif pantas khawatir. Pembangunan sekolah relokasi tak kunjung dimulai. Lelang proyek senilai Rp 1,7 miliar butuh satu bulan lagi. Itu jika langsung kelar. Kalau harus ditender ulang, waktu start pengerjaan bertambah panjang. Apalagi, pihak waduk telah dua kali datang dalam beberapa pekan terakhir. Secara tersirat, menanyakan kapan pindah. ‘’Kalau Desember pembangunan tidak selesai, kami khawatir persiapan unas tidak maksimal karena tempat belajar tidak mendukung,’’ ujarnya.

Arif punya gambaran KBM berlangsung di tempat tinggal warga. Seandainya pembangunan tidak selesai tepat waktu. Kendati pihaknya belum sampai berkomunikasi dengan pemerintah desa setempat. ‘’Kalaupun rekanan mengejar waktu, kami harap pembangunannya tidak asal-asalan,’’ tuturnya.

Kasi Sarpras Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Wahyono memahami keluh kesah Arif. Namun, pihaknya hanya bisa menunggu proses lelang tidak ada kendala. Sehingga start pengerjaan sesuai rencana pertengahan September. ‘’Kami yakin tepat waktu. Rekanan bisa menyelesaikan dengan baik meski lokasi proyek di perbukitan,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close