Mejayan

Desa Urung Mandiri Tangani Sampah

Dinas Inventarisasi Tempat Pembuangan Sementara

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun gerilya ke desa-desa. Menginventarisasi keberadaan tempat pembuangan sementara (TPS) dan pemerintah desa (pemdes) yang telah memiliki peraturan desa (perdes) penanganan sampah. ‘’Tindak lanjut hasil susur sungai bupati (Ahmad Dawami, Red) yang masih didapati banyak sampah di sungai,’’ kata Kepala DPMD Kabupaten Madiun Joko Lelono Senin (26/10).

Joko belum mengantongi jumlah desa tanpa TPS. Bersamaan inventarisasi, pihaknya berkoordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH). Desa yang belum memiliki TPS bisa mengajukan usulan. Syaratnya, pemdes menyediakan tempat sebagai lokasi bak sampah. ‘’Kerja sama dengan DLH untuk pengambilan sampah pakai truk,’’ ujarnya.

Ihwal pemdes membangun TPS di pasar desa, Joko menyebut diperbolehkan. Hal tersebut telah diatur dalam Perbup 81/2018. ‘’Semestinya desa sudah mandiri dalam pengelolaan sampah. Karena ada ruang penganggaran dalam Perbup 81/2018,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Belum Bisa Ukur Sukses Tidaknya Normalisasi

BALAI Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo belum 100 persen yakin normalisasi sungai mereduksi potensi banjir. Faktor lain yang memengaruhi adalah tinggi rendahnya curah hujan. ‘’Kalau curah hujannya (tinggi) seperti tahun lalu, ya tidak aman,’’ kata Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (SDA) III Madiun BBWS Bengawan Solo Bambang Murwanto Senin (26/10).

BBWS Bengawan Solo telah menormalisasi delapan titik aliran Sungai Jeroan. Paling banyak di Kecamatan Balerejo dengan enam titik (selengkapnya lihat grafis). ‘’Berapa kilometer yang sudah normalisasi belum ada penghitungan. Kami juga tidak menentukan jarak karena ketentuan titiknya sudah dengan pertimbangan sebelumnya,’’ terangnya.

Menurut Bambang, sukses tidaknya normalisasi belum bisa diukur saat ini. Meski hujan beberapa kali mengguyur, kondisi pintu air 12 di Desa Glonggong, Balerejo, masih kering. Infrastruktur itu hilir dari aliran Sungai Jeroan. ‘’Yang terpenting kami sudah berusaha tanggap bencana banjir dengan normalisasi sungai,’’ ujarnya.

BBWS Bengawan Solo juga menyiapkan sejumlah peralatan kebencanaan di Desa Glonggong. Wilayah itu titik temu Sungai Jeroan dan Kali Piring. ‘’Kami siagakan ekskavator,’’ ungkapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close