Advertorial

Desa Pragak Jadi Kampung Batik

Kenalkan 30 Motif, Pembatik Harus Kreatif

MAGETANJawa Pos Radar Magetan – Title Kampung Batik resmi disematkan untuk Desa Pragak, Kecamatan Parang. Ini setelah Bupati Magetan Suprawoto bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) me-launching Kampung Batik, Kamis (17/12). Sebelumnya, digelar talk show menghadirkan dua desainer kenamaan, Ulfa Mumtaza dan Embran Nawawi untuk mengupas motif batik Magetan. ‘’Harapan kami kegiatan ini bisa memberikan semangat bagi teman-teman pembatik di Magetan untuk terus berkarya,’’ ujar Bupati Magetan Suprawoto.

Orang nomor satu di Pemkab Magetan itu menjelaskan, launching ini dilakukan agar 30 motif batik khas Magetan dikenal banyak orang. Mulai motif parang selo, pring sedapur, ciprat, kepolorejo, dan lainnya. Keberadaan motif itu harus dilestarikan, begitu pula pembatiknya. Dia percaya pekerjaan di bidang handmade bakal terus bertahan dan tidak punah. ‘’Ini  yang harus didukung. Kami harus menciptakan ekosistem yang baik agar perajin lebih berkembang, karena karya desainer itu bernilai jutaan,’’ terangnya.

Pihaknya berharap kesempatan itu harus ditangkap serius para pembatik. Begitu juga dalam menerima pesanan, motif apa pun harus diterima. Sebagai produsen harus bisa mengikuti selera pasar. Kang Woto-panggilan akrab Bupati Suprawoto tidak lantas meminta pelaku usaha batik menyasar wisatawan kalangan atas. Setidaknya kelas menengah. Wisatawan juga tidak perlu disuguhi produk jadi. ‘’Disuguhi saja kain batik, kemudian diajari mengikatnya menjadi pakaian. Lalu difoto sebelum dibeli,’’ terangnya.

Kang Woto menginginkan para pembatik lebih  kreatif agar motif yang diciptakan bisa semakin baik. Setiap motif batik harus memiliki keunikan dan berbeda dengan motif batik daerah lain. Motifnya juga memiliki filosofis agar para pembeli semakin tertarik. ‘’Insya Allah akan kami bangunkan showroom khusus untuk produk Magetan, salah satunya nanti batik khas Magetan,’’ harapnya.

Sementara, Kepala Disperindag Magetan Sucipto mengatakan, launching Kampung Batik bertujuan agar Desa Pragak bisa bersaing dengan sentra kerajinan batik di daerah lain. Selain memberdayakan para pembatik Magetan yang tergabung dalam Ngarsa Seratan Magetan, juga mendukung kegiatan pariwisata. Pasalnya, batik juga menjadi kerajinan terbesar nomor dua di Magetan setelah kulit. ‘’Pragak  ini masuk dalam kawasan wisata Sarangan. Wisata batik harus dikembangkan karena saling berkaitan,’’ pungkasnya. (ebo/fat/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button