Ngawi

Desa Beran Kembali Tak Gelar Pilkades

Enam Tahun Status Digantung

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Desa Beran, Ngawi, tampaknya bakal lebih lama dipimpin seorang penjabat (Pj). Setidaknya, desa tersebut tak masuk dalam daftar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahun ini. Kondisi itu tidak terlepas dari rencana alih status Beran dari desa menjadi kelurahan yang mencuat sejak 2014 silam. ‘’Statusnya seperti digantung,’’ kata Budiono, salah seorang tokoh masyarakat desa setempat, Minggu (4/10).

Budiono mengungkapkan, enam tahun lalu sempat digelar jajak pendapat terkait rencana mengalihkan status Beran dari desa menjadi kelurahan. Kala itu, hampir 75 persen warga setempat menyetujui. ‘’Tapi, sampai sekarang tidak ada kepastian. Kami sebagai wakil masyarakat sering bingung saat ditanya status Desa Beran,’’ ungkapnya.

Menurut Budiono, saat ini status Beran masih condong ke pemerintah desa. Hal itu dikuatkan masih adanya alokasi dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD). Namun, setiap gelaran pilkades serentak selalu ditinggalkan. ‘’Tahun lalu tidak masuk. Sekarang juga tidak,’’ ujarnya.

Dia menyebut, enam tahun terakhir desanya hanya dipimpin seorang Pj. Pun, ketika ada pos perangkat desa yang kosong diisi aparatur sipil negara (ASN) dari pemkab. ‘’Memang pelayanan bisa tetap jalan, tapi tidak maksimal,’’ ucapnya. ‘’Tentu beda dengan kepala desa definitif yang punya visi misi jelas. Masyarakat juga dapat mengkritiknya langsung,’’ imbuhnya.

Budiono mengaku sudah menanyakan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi terkait status desanya. Namun, tidak mendapat jawaban pasti. ‘’Kenapa kok kelihatannya sulit. Kalau memang mau dijadikan kelurahan, harusnya sudah terealisasi. Tapi, kalau kembali berstatus desa, kenyataannya sudah enam tahun tidak ada pilkades,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close