Ngawi

Denyut Jual-Beli di Monumen Gubernur Soerjo Berhenti

Revitalisasi Diklaim sebagai Solusi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pamor Monumen Gubernur Soerjo, Ngawi, perlahan memudar. Sejumlah pedagang wisata di sana mengeluhkan dagangan tidak laku karena sepinya pengunjung. ‘’Sering sekali dalam sehari tidak ada pembeli,’’ kata Endang Sriyani, pedagang pernak-pernik berbahan kayu, Senin (24/2).

Menurut Endang, sepi pembeli kali ini yang terparah selama 20 tahun berjualan. Sering pulang dengan tangan kosong dalam setahun terakhir. Ketika akhir pekan jumlah pengunjung tidak meningkat signifikan. ‘’Kalau dulu ketika liburan bisa bawa pulang Rp 3 juta, sekarang Rp 500 ribu sudah bagus,’’ ujarnya.

Giyanti, pedagang lainnya, mengungkapkan hal serupa. Selama ini pembeli adalah orang dari luar daerah yang mampir untuk melepas lelah. Menurut dia, berkurangnya jumlah pembeli karena keberadaan tol. Pengendara yang melintas jalur arteri menjadi berkurang. ‘’Tidak hanya pedagang yang terdampak. Sejumlah perajin kayu juga memilih menutup usahanya karena sepi permintaan,’’ ungkapnya.

Keluhan juga datang dari Angga, pedagang burung Monumen Gubernur Soerjo. Sehari laku satu ekor sudah bagus. Revitalisasi kawasan wisata itu diharapkan mampu menghidupkan kembali denyut perdagangan. Sebab, dia menilai salah satu faktor sepinya pengunjung karena tiadanya inovasi. ‘’Wisatawan menjadi bosan dengan suasana yang ditawarkan,’’ ujarnya. (mg1/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close