Advertorial

Demi Rakyat, Kebut Perbaikan RTLH

Berharap Alokasi Bertambah Tahun Depan

MAGETANJawa Pos Radar Magetan– Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Magetan terus berupaya mengentaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayahnya. Salah satunya dengan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus Selisih Pagu Anggaran (DAK Silpa) tahun 2017 yang dianggarkan pada 2020.

Sekretaris Disperkim Sarjono mengatakan, ada 59 unit RTLH yang akan diperbaiki dari DAK Silpa. Setiap unit mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta. Rinciannya Rp 15 juta untuk bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk biaya tukang. Namun, penerima bantuan tidak bukan berupa uang. Melainkan melalui bank penyalur dan diteruskan ke toko bangunan. ‘’Nanti kalau sudah mulai membangun akan didrop bahan bangunan dari toko yang sudah ditunjuk,’’ ungkapnya.

Pemkab Magetan Magetan pun berharap dengan adanya bantuan RTLH semakin banyak masyarakat yang memiliki rumah yang layak huni. Artinya rumah yang dihuni bisa menimbulkan rasa nyaman, aman, dan sehat. ‘’Program ini meliputi peningkatan kualitas rumah. Mulai dari kualitas atap, lantai, dinding untuk memenuhi syarat kesehatan, kenyamanan dan keamanan,’’ tambahnya.

Menurut Sarjono, jumlah RTLH di Magetan masih menyisakan sekitar 6.500 unit yang perlu diperbaiki maupun dibangun baru. Dengan masih banyaknya RTLH, pihaknya terus berupaya untuk mengusulkan ke pemerintah pusat agar tahun depan lebih banyak lagi alokasi anggaran yang tersedia. ‘’Insya Allah tahun depan untuk alokasi dana per unit bisa mencapai Rp 20 juta,’’ jelasnya.

Sementara itu, warga Kelurahan Panekan yang juga penerima bantuan RTLH dari anggaran DAK Silpa 2017 yang dianggarkan 2020 Warno mengaku sangat senang dan berterima kasih. Menurutnya rumah yang dulu ditinggali bersama keluarganya kondisinya sangat meprihatinkan. ‘’Dulu kalau hujan suka bocor. Setelah mendapat bantuan RTLH dari Pemkab Magetan, saya bisa tidur nyenyak kalau malam,’’ pungkasnya. (ebo/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button