Pacitan

Demi Perut, Pedagang Tabrak Aturan, Ogah Tempati Kios yang Tidak Menghadap Laut

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penataan Pantai Pancer Door pelik. Para pedagang nekat meninggalkan kios lantaran tidak menghadap ke laut. Pengunjung pun lebih memilih lapak dadakan yang mepet jogging track. ‘’Ke pantai ingin melihat laut. Lebih enak di sini (lapak dadakan, Red) daripada di sana (kios),’’ kata Sari Novadiah Sihombing, salah seorang wisatawan, Minggu (28/7).

Perempuan 22 tahun asli Batak yang kini tinggal di Pacitan itu sering berlibur ke Pantai Pancer Door bersama keluarganya. Dia memilih membeli makan dan minuman di lapak dadakan agar bisa menikmati pemandangan sambil bersantai. ‘’Kalau di sana (kios, Red) tidak kelihatan lautnya. Malah parkiran kendaraan yang dilihat,’’ ungkapnya.

Kios menghadap ke timur dan minat pengunjung seperti itu jadi alasan para pedagang nekat meninggalkan kios mereka. Dwi Wahyono, salah seorang pedagang, tidak menampik caranya itu menabrak aturan. ‘’Mau bagaimana lagi, urusan perut ini. Tidak mengganggu pengunjung, mereka malah senang,’’ ujarnya.

Dwi mengatakan, beberapa hari lalu para pedagang yang nekat mendekat jogging track sempat didatangi petugas pemkab setempat. Mereka diminta kembali ke kios masing-masing. Namun, Dwi dan pedagag lain menolak. ‘’Kalau di kios, jelas tidak laku. Pengunjung memilih kios paling selatan yang lebih dekat pantai,’’ paparnya.

Hanya satu, kios paling selatan dari deretan 10 kios (memanjang arah selatan-utara) yang ramai pembeli. Kios deret kedua sampai keempat sebatas tempat menyimpan barang dagangan lantaran ditinggal pemiliknya buka lapak dekat jogging track. Sementara kios deret kelima sampai 10 kosong melompong. ‘’Satu-satunya penghasilan dari berjualan di sini. Kami akan tetap berjualan model seperti ini,’’ tegas Dwi.

Dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora) setempat tengah mempersiapkan upaya penertiban. Kendati belum ada keluhan dari pengunjung, namun para pedagang dituding menyalahi aturan. ‘’Kami akan tata, agar para pedagang menempati kios yang telah disediakan,’’ kata Kabid Pemasaran Pariwisata Disparpora Pacitan Budi Hartoko.

Dia menyebut sudah beberapa kali peringatan atau imbauan diberikan. Namun, tidak diindahkan para pedagang. ‘’Sesegera mungkin kami akan koordinasi dengan pihak penegak perda. Biar satpol PP yang menertibkan,’’ pungkas Hartoko. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close