PacitanPendidikan

Delapan Sekolah Menyusul Uji Coba

Sudah Kantongi Rekom Gubernur dan Bupati

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sekolah penyelenggara pembelajaran tatap muka makin bertambah. Cabdindik Jatim wilayah Pacitan melaporkan ada delapan sekolah lain di luar SMAN Punung, SMKN Kebonagung, dan SMALB Tunas Bangsa yang melaksanakan uji coba kegiatan belajar-mengajar (KBM) di kelas selama pandemi Covid-19.

Delapan sekolah tersebut yakni SMAN 1 Ngadirojo, SMA IT Ma’arif Bandar, SMKN 1 Donorojo, SMKN 2 Donorojo, SMKN Ngadirojo, SMKN Bandar, SMK PGRI Donorojo, dan SMK Addin As Shiddieq Tulakan. Proses pembelajaran di sejumlah sekolah itu sudah berjalan mulai Senin Selasa (31/8) sampai dengan 30 September mendatang.

Kepala Cabdindik Jatim wilayah Pacitan Sindhu Widyabadra mengatakan, pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka bagi delapan sekolah tambahan itu tetap harus menyesuaikan perkembangan kondisi persebaran kasus Covid-19 di wilayah. ‘’Karena itu, jika ada siswa yang tidak mendapatkan persetujuan dari wali murid, mereka tidak bisa dipaksa dan didiskriminasi. Pihak sekolah berkewajiban menyiapkan pembelajaran daring,’’ ujarnya.

Pihaknya memastikan uji coba pembelajaran tatap muka sudah mengantongi rekomendasi dari gubernur dan bupati. Bahkan, Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 juga telah memberikan persetujuan setelah sebelumnya dilakukan pengecekan lapangan. ‘’Dimungkinkan secara bertahap KBM tatap muka akan disusul oleh sekolah lain yang berada di zona kuning. Tapi, tetap harus berkoordinasi dulu dengan TGTP Covid-19 kecamatan dan desa/kelurahan,’’ terang Sindhu. (mg2/c1/her)

Jalani Tatap Muka Tahap Kedua

UJI coba pembelajaran tatap muka kembali digelar SMKN Kebonagung mulai Selasa (1/9). Sesuai rencana kegiatan itu berjalan hingga 30 September mendatang. Selama tatap muka tahap kedua, jadwal masuk siswa tidak berubah. Satu tingkatan kelas masuk bergiliran. ‘’Dibagi dalam tiga sif,’’ kata Kepala SMKN Kebonagung Banjir.

Sekalipun jam pelajaran hanya berlangsung singkat, Banjir coba memanfaatkannya sebaik mungkin. Dia meminta guru membuat program pembelajaran yang jelas dan efektif bagi siswa. ‘’Kalau siswa masih kurang memahami, bisa dilanjutkan dengan pembelajaran daring bersama guru yang bersangkutan,’’ terangnya.

Selama masa uji coba pembelajaran tahap kedua, kegiatan di sekolah diminimalkan. Pihaknya juga memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Sejauh ini semua orang tua masih mengizinkan anaknya kembali mengikuti uji coba. Memang dari hasil evaluasi uji coba tahap satu masih didapati siswa tidak memakai masker dengan benar. Sehingga, di tahap kedua, kami memastikan hal serupa tidak terulang,’’ jelas Banjir. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button