Magetan

Delapan Kecamatan di Magetan Masuk Zona Rawan

Kemarau Retak, Penghujan Longsor

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Bencana tanah longsor berpotensi mengancam sejumlah wilayah di Magetan. Pemicunya, terjadi retakan tanah di lahan yang gembur musim kemarau sebelumnya. Ketika terguyur hujan, tanah tidak kuat menahan gerusan air. ‘’Warga di wilayah rawan longsor harap waspada,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Ari Budi Santosa Rabu (18/12).

Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), daerah dengan potensi terjadi gerakan tanah (gertan) menengah dan tinggi berada di kecamatan rawan longsor. Ada delapan kecamatan yang berpotensi mengalami kondisi ini. ‘’Yaitu, Kawedanan, Lembeyan, Magetan, Panekan, Parang, Plaosan, Poncol, dan Sukomoro,’’ sebutnya.

Untuk wilayah Panekan, Parang, dan Poncol termasuk kategori tinggi. Bahkan, di Plaosan juga bepotensi banjir bandang atau aliran bahan  rombakan. Di zona tersebut dapat terjadi gertan jika curah hujan di atas normal. Sedangkan gertan lama juga dapat aktif kembali. ‘’Apalagi curah hujan di wilayah pegunungan juga cukup tinggi,’’ imbuh Ari.

Demikian juga di wilayah dengan kategori gertan menengah. Utamanya lokasi yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau lereng yang mengalami gangguan. Wilayah yang cukup banyak lembah dan tebing adalah Kecamatan Lembeyan dan sebagian Kawedanan. ‘’Untuk wilayah ini memang jarang terjadi longsor,’’ ujarnya.

Di Kecamatan Plaosan, Desa Ngancar, Puntuk Doro, Pacaan, Getasanyar, dan Plumpung yang termasuk  zona potensi gertan menengah dan tinggi. Sedangkan di Kecamatan Panekan, Desa Ngiliran, Sukowidi, Tapak, dan Sidomulyo masuk zona merah. ‘’Kami tetap antisipasi Poncol, Panekan, Parang, dan Plaosan. Menilik data sebelumnya, wilayah paling rawan Kecamatan Poncol,’’ ungkap Ari.

Efek kemarau panjang juga bakal memberi dampak serius. Retakan tanah di lahan gembur kerap mengakibatkan longsoran cukup parah. Retakan yang sudah terisi air bakal membuat beban tanah jadi bertambah. Bahkan, retakan yang lebar bakal memudahkan tanah longsor. ‘’Umumnya terjadi di wilayah pegunungan selingkar Lawu,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button