Ponorogo

Delapan Hari, Makamkan 132 Warga Ponorogo Suspect dan Positif Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Angka kematian yang mencengangkan. Terhitung mulai 1 Juli lalu hingga Rabu (8/7), sudah ada 132 jenazah yang tata cara pemulasaraannya menganut prosedur Covid-19.

Almarhum maupun almarhumah berstatus pasien terkonfirmasi positif dari swab polymerase chain reaction (PCR) atau rapid antigen, juga sebatas suspect atau probable yang hasil tes deteksi terpapar virus korona belum keluar. Rekor pemulasaraan jenazah dengan prosedur Covid-19 terjadi Selasa lalu (6/7) yang berulang 21 kali dalam sehari semalam hingga petugas pemakaman sempat kewalahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ponorogo Agus Pramono membenarkan kasus aktif Covid-19 melonjak setiap hari bersamaan angka kematian yang tak kunjung turun. Tak urung, peta zonasi risiko penularan virus korona di Ponorogo kembali merah terhitung mulai 5 Juli lalu. Status daerah risiko tinggi kenaikan kasus coronavirus hingga masuk zona merah juga sempat disandang Ponorogo 24 Juni silam. ‘’Beberapa hari terakhir kasus aktif tinggi dan angka kematian terus naik. Tren kasus tetap tinggi,’’ kata Agus Pramono, Jumat (9/7).

Sekda menjelaskan bahwa pelaksanaan tracing, testing, dan treatment (3T) menjadi kunci untuk menekan angka kematian tersebut. Dengan begitu, para pasien terduga terpapar Covid-19 segera mendapat penanganan serta perawatan. ‘’Pasien bergejala ringan maupun tidak bergejala bisa diketahui sejak awal,’’ jelas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo itu. (mg4/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button