Pacitan

Delapan Ekor Anjing Dibantai dan Dibakar

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Lingkungan Barean, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, diramaikan kabar pembantaian anjing. Perawat satwa berkaki empat itu menyayangkan dugaan aksi main hakim sendiri tersebut. Sebaliknya, warga juga menyayangkan peringatan selama ini seolah tak ditanggapi.

Ali Yusuf mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. Sehari-hari dia dan temannya yang merawat anjing-anjing tersebut. Saat kejadian Kamis lalu (29/4) dia sedang bekerja dan tidak berada di tempat. ‘’Saya dan seorang teman yang disuruh memberi makan oleh Pak Dedi, pemilik anjing-anjing itu. Ada delapan ekor yang mati terbakar,’’ ungkapnya.

Selama ini dia tak pernah mendapati anjing yang dipeliharanya mengganggu lingkungan. Apalagi sampai memangsa hewan ternak. ‘’Belum pernah melihat langsung. Biasanya anjing-anjing itu berlarian keluar-masuk daerah sini saja,’’ ujarnya.

Guna mengurai duduk persoalan, Jawa Pos Radar Pacitan menemui Rinanto, ketua RT setempat. Dia mengatakan bahwa Budi Ihwanuddin, pemilik bangunan tempat anjing itu dipelihara, sejak lama telah diperingatkan untuk merawat dengan baik supaya tidak meresahkan. Dia pun menunjukkan surat pernyataan bernomor 001/RT.05/IX/2018 perihal ketertiban hewan peliharaan yang ditandatangani langsung oleh yang bersangkutan. ‘’Sudah diantisipasi agar tidak ada kejadian lagi dengan membuat surat pernyataan,’’ katanya saat dijumpai di rumahnya Minggu (2/5).

Sejak 2008-2011 dia mencatat delapan laporan dari warga yang merasa diresahkan dengan keberadaan anjing tersebut. Sejauh ini warga telah memberikan toleransi agar pemeliharaannya lebih diperhatikan. Setiap permasalahan ada solusinya. Semisal merantai anjing supaya tidak berkeliaran. Bukan hanya lahannya yang diberi jaring. ‘’Namanya hidup di desa kita kedepankan toleransi. Baru kali ini ada kejadian besar di lingkungan kami,’’ tuturnya. (mg5/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button