Madiun

Delapan Bulan Plengsengan Kali Piring Dibiarkan Ambrol

Warga Pinggiran Merasa Dianaktirikan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tidur warga Kelun tak nyenyak. Delapan bulan, plengsengan Kali Piring tak kunjung diperbaiki. Padahal, langit sudah mendung belakangan hari.

Selasa (13/10) wartawan Jawa Pos Radar Madiun cek lokasi. Mencoba menelusuri hingga sejauh mana kerusakan infrastruktur pengairan itu terjadi. Panjang kerusakannya terukur sampai 120 langkah kaki wartawan koran ini. Sepertiganya, dindingnya ambrol hingga rata ke permukaan jalan. Awal Februari lalu, plengsengan setinggi 1,75 meter itu baru ambrol 0,5 meter. ‘’Sekarang sudah musim hujan, warga semakin resah,’’ kata Suyato, ketua RT 13, RW 03, Kelun, Kartoharjo, itu.

Suyato menyebut, letak plengsengan sebenarnya masuk wilayah Pilangbango. Namun, setiap Kali Piring meluap selalu berdampak ke Kelun. Terutama kawasan perumahan yang terletak di pinggir sungai. ‘’Perumahan Kartoharjo Indah yang selalu jadi langganan banjir,’’ ujarnya.

Sejatinya, Suyato telah diajak berdiskusi pihak kelurahan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun. Namun, perbaikan plengsengan baru dijanjikan tahun depan. ‘’Jika baru diperbaiki 2021, paling cepat selesainya April-Mei. Padahal, hujan besar selalu turun Desember sampai Januari,’’ urainya.

Suyato lantas mempertanyakan kemungkinan alokasi dana tanggap darurat. Mengingat, dampak banjir tahunan dari luapan Kali Piring sampai kini belum menemu solusi. ‘’Saya tidak tahu diskusi di tingkat pemkot seperti apa. Sebagai warga pinggiran, terkadang kami merasa dianaktirikan,’’ tuturnya.

Suyato masih terngiang banjir besar 2007 silam. Kala itu, luapan air menggenang tinggi di permukiman. Baru mereda setelah dibangun plengsengan pada 2009-2011. Setelah itu, banjir hanya menggenangi jalan, tak sampai masuk rumah. ‘’Kalau plengsengan ini tak segera diperbaiki, 450 unit di perumahan ini terancam kebanjiran,’’ ungkapnya.

Plt Kepala Kelurahan Kelun Karneli telah mengusulkan perbaikan plengsengan ke DPUTR Kota Madiun. Namun, sampai kini belum mendapat jawaban pasti. ‘’Kalau masih belum bisa direnovasi, kami bakal berkoordinasi dengan BPBD Kota Madiun,’’ ujarnya.

Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno menjelaskan, perbaikan plengsengan tahun depan masih menanti persetujuan APBD 2021. Jika berjalan sesuai rencana, pekerjaannya paling cepat dimulai Maret dan selesai Juni. ‘’Butuh anggaran Rp 2 miliar dengan masa pengerjaan empat bulan,’’ katanya.

Suwarno juga memberikan pemahaman bahwa renovasi plengsengan tak sesederhana yang dibayangkan. Di sekitar Kali Piring terdapat tiga bangunan semipermanen. Menyulitkan akses keluar-masuk alat berat. ‘’Sebetulnya sudah kami peringatkan. Karena tidak boleh membangun bangunan dekat dengan saluran air,’’ ujarnya.

DPUTR juga tak ingin menempuh cara instan. Jika mengganjal plengsengan dengan karung pasir justru memperparah kerusakan. Beban berat, justru menambah parah kerusakan. ‘’Kami juga perlu kerja sama dengan warga,’’ harapnya.

Embung Pilangbango di seberang plengsengan tak maksimal untuk meminimalkan risiko banjir. Luasannya hanya 1,1 hektare dengan daya tampung 80 ribu meter kubik air. Saat banjir, tak sanggup menampung luapan Kali Piring. ‘’Hanya bisa mengurangi,’’ pungkasnya. (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close