Pacitan

DBD Merebak, Relawan Fogging Sendiri

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Lambannya penanganan penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan, menarik simpati para relawan. Senin (2/3) mereka melakukan pengasapan dengan menggunakan alat fogging buatannya sendiri di Lingkungan Krajan.

Mukadi, warga setempat, menyebut sudah ada tiga sampai lima warga di lingkungan tempat tinggalnya yang terkena gigitan nyamuk Aedes aegypti sehingga harus dirawat di RSUD dr Darsono. Pasca kejadian itu, beberapa warga langsung melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Namun, ternyata masih saja ada warga yang terjangkit DBD. Bahkan, telah meninggal dunia karena mengalami dengue shock syndrome (DSS). ‘’Kalau secara ramai-ramai seperti ini minta bantuan relawan melakukan penyemprotan,’’ kata Mukadi.

Kendati fogging atau pengasapan bukan solusi utama mencegah penyebaran DBD, namun para relawan bertekad untuk tetap membantu warga. Terutama mereka yang meminta lingkungannya di-fogging. ‘’Selama waktunya tidak bersamaan, kami siap melakukan fogging,’’ ujar Kristanto, salah seorang relawan yang ditemui Jawa Pos Radar Pacitan di Lingkungan Krajan.

Selain di Kelurahan Pucangsewu, pengasapan serupa bakal dilakukan di wilayah lain yang termasuk endemis DBD. Fogging dilakukan menggunakan alat yang dirakit sendiri. Saat ini, berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, terdapat 178 kasus DBD yang teridentifikasi selama 2020. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button