Mejayan

Data Terblokir Bantuan Presiden Bisa Dibuka

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun berupaya membuka blokir data ribuan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) penerima bantuan presiden produktif usaha mikro (BPUM).

Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM) berkomunikasi dengan camat dan Bank BRI selaku penyalur bantuan Rp 2,4 juta itu. ‘’Koordinasi untuk kelancaran BPUM,’’ kata Kepala Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Indra Setyawan Senin (9/11).

Terhitung 2 November lalu, Indra menyebut ada 15.223 pengusul gelombang I dan II dinyatakan menerima BPUM. Namun, 6.938 di antaranya tidak dapat mencairkan bantuan. Belakangan diketahui bahwa datanya diblokir pusat. ‘’Penyebabnya yang pertama karena masalah kelengkapan syarat dan ditengarai ada kesalahan data soal status ASN, TNI, Polri, atau punya kredit macet,’’ bebernya.

Disperdakop-UM menyarankan penerima yang kena blokir mengurus ke bank. Persoalan pencairan diyakini masih terkendala teknis penyampaian pemberitahuan lewat handphone. ‘’Ditengarai banyak kekeliruan pencantuman nomor telepon,’’ duganya.

Pemimpin Cabang BRI Madiun Budi Santoso mengatakan, data penerima BPUM yang terblokir bisa dibuka. Seluruh unit BRI di Kabupaten Madiun telah diarahkan untuk mengakomodasinya. ‘’Sesuai ketentuan pusat, batas terakhir 12 November,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button