features

Dari Sekadar Iseng, Liliana Berkibar lewat Kerajinan Flanel

Awalnya sekadar mengisi waktu luang, Liliana Setiawan kini mampu meraup pundi-pundi rupiah dari kerajinan berbahan kain flanel. Tak hanya laris manis di pasar domestik, karyanya telah merambah negara tetangga.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

SEPASANG pengantin berbusana tradisional Jawa itu tampak imut. Keduanya duduk di atas kue tar. Di bagian paling atas kue terdapat angka 56 warna merah. Tidak ketinggalan dilengkapi buah stroberi dan cherry.

Jangan salah, sepasang pengantin beserta pernak-perniknya itu hanyalah produk kerajinan berbahan kain flanel karya Liliana Setiawan. Perempuan tersebut mulai menekuni jenis kerajinan itu pada 2013 silam. Awalnya sekadar iseng untuk mengisi waktu luangnya saat cuti melahirkan. ‘’Karya pertama berupa bros kombinasi. Modalnya waktu itu Rp 50 ribu,’’ kenangnya.

Tidak disangka, karyanya itu mendapat pujian teman-temannya. Tidak sedikit yang memesan untuk dibuatkan. Sejak itulah perempuan 45 tahun tersebut intens berproduksi. Mulai gantungan kunci, boneka, sarung kotak tisu, hingga dompet karakter.

Semakin lama, semakin banyak pesanan yang datang kepadanya hingga Lili akhirnya merekrut tiga karyawan tetap dan tiga paro waktu. ”Saya ajari sendiri bagaimana menggunting flanel yang rapi,’’ ujarnya. ‘’Untuk finishing saya sendiri yang melakukan,” imbuh warga Jalan Dwi Jaya, Kelurahan Klegen, Kartoharjo, itu.

Kini, berbagai karya flanel buatannya telah merambah toko modern. Pesanan juga datang dari luar daerah seperti Jogjakarta, Jakarta, Malang, Surabaya, Sidoarjo, Bekasi, hingga Malaysia. Tidak hanya itu, tahun lalu karyanya lolos kurasi di Norwegia. ”Saat ini juga sedang diikutkan kurasi lagi di Norwegia dan Spanyol. Tinggal tunggu panggilan,” terangnya.

Selama ini Lili lebih banyak melayani pesanan pernik flanel custom. Para pelanggan request sesuai selera. Ada pula yang memberi contoh melalui foto. ”Untuk jumlah pesanan, paling banyak saat momen Idul Fitri. Bisa sampai seribu,’’ ungkapnya sembari menyebut satu produk dibanderol mulai Rp 2.000 hingga Rp 100 ribu. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button