Magetan

Dari Mengeluh Jenuh Jadi Kampung Tangguh

Kang Woto Minta Kesiapan Warga Temboro

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Desa Temboro, Karas, diproyeksikan menjadi Kampung Tangguh di Magetan. Langkah itu hasil pertemuan antara forkopimda dengan sejumlah warga Temboro di posko gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) Covid-19 Sabtu lalu (30/5).

Bersamaan aksi unjuk rasa seratusan warga desa itu menuntut akses keluar-masuk Temboro dibuka kembali. Lockdown lokal diberlakukan imbas wilayah tersebut menjadi salah satu episentrum penularan korona. ‘’Kampung Tangguh jalan keluar terbaik untuk Desa Temboro,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Empat desa telah dipilih melaksanakan program Polri itu. Kebetulan, tidak ada satu pun dari keempatnya yang berada di Kecamatan Karas. Kang Woto, sapaan akrab bupati, meminta kesiapan warga Temboro melaksanakan program yang diyakini bisa memotong rantai penularan korona itu. ‘’Meski membutuhkan waktu, secepatnya diwujudkan,’’ ucapnya.

Sebelumnya, seratusan warga menggeruduk posko GTPP Covid-19 di Stadion Yosonegoro. Aksi itu dilatarbelakangi kejenuhan karena tidak bisa beraktivitas dengan normal. Keluar-masuk desa harus melalui prosedur  ketat. Karantina itu mengganggu perputaran ekonomi warga setempat. ‘’Sudah kami beri penjelasan, dan mereka memahami kondisi kenapa portal belum diizinkan dibuka,’’ ujar Kang Woto. (fat/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close