Madiun

Dari Gelaran Event Lomba Mural Perdana di Kota Madiun

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Kini para seniman mural memiliki wadah untuk berkarya dan berkreativitas. Melalui Madiun Street Activity 2019 yang diselenggarakan pemkot bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Madiun. Sedikitnya 14 tim pelukis mural beradu kreasi dalam event prestisius yang dimulai kemarin sampai 4 Agustus mendatang. Ada pula satu tim official partner dari Spaceship Creative Lab yang ikut terjun. Namun, sebagai guest star, karyanya tidak ikut dilombakan. Semua ingin mempercantik Kota Pendekar dan menyampaikan pesan untuk Kota Madiun tercinta melalui mural.

Melalui goresan karya mural yang menyiratkan sejuta pesan, seniman mural adu kreativitas di Kota Madiun.  Kali pertama mereka mendapatkan wadah berkarya melalui event Madiun Street Activity 2019. Di hari pertama pembukaan Kamis (1/8), puluhan seniman serius memulai karya.

Bermacam ide dan gagasan diusung seniman dari berbagai kota. Menyiratkan harapan dan cita-cita melalui estetika mural. Peserta dari Mahesa Syuro, misalnya. Para seniman asli Kota Madiun itu ingin menyampaikan pesan ikonik Kota Pendekar. Pun gambar di sebelah bertuliskan gempur rokok ilegal mengajak warga untuk memerangi peredaran rokok tanpa cukai. ’’Kami pilih Kota Pendekar, karena itulah ikon kota ini,’’ kata Bambang Supriyanto, perwakilan peserta dari Maheso Syuro yang membawa tiga krunya.

Sementara itu, seniman dari Madiun Street Art Crew (MSAC) mempersembahkan karya berupa moda transportasi. Tampak mobil dan kereta api di hari pertama perlombaan. Menyiratkan pesan Kota Madiun merupakan tempat yang memproduksi kereta api. Sementara mobil itu diibaratkan menjadi alat untuk menggaungkan kuliner asli setempat. ’’Jadi, mobil itu nanti seperti jualan kuliner asli Madiun,’’ kata Andri Rahmanto, perwakilan dari MSAC.

Melalui mural aliran freestyle yang diusungnya, Andri berharap kuliner asli kota setempat dapat mendunia. Pun sebagai manifestasi wisata kuliner dalam pembukaan Sunday Market yang menjadi event pemungkas. ’’Kami pelaku seniman bangga dengan event kali pertama ini. Kami punya wadah sehingga tidak kucing-kucingan lagi dengan petugas,’’ lanjutnya sembari berharap mural mendapatkan pengakuan legal formal.

Event itu tidak hanya diikuti oleh seniman dari Kota Madiun. Melainkan telah menarik simpati seniman dari berbagai kota. Dani Rangga, perwakilan Meh Mural, misalnya, dia harus bolak-balik ke Ngawi selama tiga hari penyelenggaraan event. Demi menyemarakkan dan berpartisipasi melalui karya mural. ’’Kami membawa tiga orang untuk mengerjakan mural ini,’’ kata Rangga.

Dia mengusung ide Kota Madiun sejuta bunga. Mural itu berbicara tentang harapan agar Kota Madiun selalu menjadi kota yang sejuk. Pun tampak menawan dan berwarna-warni. ’’Semoga kota ini terus berbenah dan maju. Kami ikut karena di Ngawi kami kekurangan wadah. Kami temukan wadah itu di sini,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, beberapa ide itu merupakan secuil gagasan dari total seluruh peserta. Siapa yang bakal mampu merebut hati dewan juri, tentunya tergantung dari penilaian dewan juri. Terlepas dari itu, seluruh seniman berharap event tersebut lebih sering diselenggarakan di Kota Madiun.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri mengungkapkan, event tersebut bertujuan mengakomodasi seniman mural. Pun sebagai sosialisasi kepada masyarakat untuk memerangi rokok ilegal. Juga untuk mempercantik Kota Madiun. ’’Agar kota ini semakin terlihat cantik, asri, dan bersih tentunya,’’ kata Subakri.

Tidak hanya menampung satu komunitas, ke depannya wadah serupa juga bakal diselenggarakan sebagai wadah berbagai komunitas. Pihaknya berharap melalui mural tersebut semakin memikat pengunjung untuk datang ke Kota Pendekar. ’’Dapat menarik pengunjung dari luar kota yang melintas di sini. Bisa selfie dan jangka panjangnya, gambar ini tahan lama,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close