Ponorogo

Dari Futsal Zulita Bergabung Timnas Hoki Ruangan

Setengah Bulan Latihan di Ceko, Juara Empat Dunia

Dari bermain indoor hockey (hoki ruangan), Zulita Dwi Aprilia sanggup membela tanah air di ajang internasional. Sayangnya, Zulita dan kawan-kawannya di timnas dilarang bertanding di SEA Games 2019. Dia harus meredam kecewa sembari terus menjalani pemusatan latihan menyambut kejuaraan dunia lainnya.

==================

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

MENYISIR sayap kiri menjadi tugas Zulita Dwi Aprilia sebagai pemain left forward (penyerang kiri) di timnas hoki ruangan. Cepat, umpan akurat, dan tembakan yang terukur. Itulah tipikal permainan perempuan 26 tahun tersebut. Kemampuannya diharapkan dalam mengarungi SEA Games 2019 Filipina lalu. Sayangnya, timnas gagal bertanding lantaran ada kisruh federasi hoki tanah air dengan internasional. Target medali emas yang diimpikan pun gagal diraih. ‘’Kecewa. Karena sudah berkorban waktu, tenaga, dan pikiran. Saya juga meninggalkan keluarga,’’ kata Zulita kemarin (27/12).

Siapa sangka Zulita dulunya dalah pemain futsal putri. Dia menekuni olahraga itu hingga masuk perguruan tinggi negeri di Semarang. Pada 2013, Zulita mulai berkenalan dengan hoki ruangan. Dia tertarik menekuni olahraga tersebut dengan mengikuti unit kegiatan mahasiswa (UKM) hoki di kampusnya. ‘’Peluang prestasinya tinggi karena jarang peminat,’’ ujar istri Solekhul Hadi itu.

Zulita pun bermain di garda terdepan dalam hoki. Lantaran ketika futsal acap bermain di posisi penyerang. Sempat menjajal beberapa posisi, akhirnya nyaman sebagai penyerang kiri. Bakat Zulita memukul bola menggunakan stik akhirnya dilirik pemandu bakat timnas. Kemudian bergabung timnas Agustus lalu. ‘’Senang sekaligus bangga,’’ ucapnya.

Saat masuk timnas, Zulita dan kawan-kawannya dibebani target emas di SEA Games Filipina. Timnas bahkan sempat diberangkatkan ke benua biru, menjalani pemusatan latihan di Republik Ceko selama 15 hari. Selain pemusatan latihan, timnas juga ambil bagian dalam Prograchema Cup, kejuaraan hoki ruangan antarnegara yang diikuti negara-negara Eropa. ‘’Indonesia saat itu dapat juara empat, kalah dari Belarusia,’’ kenangnya.

Meski gagal tanding di SEA Games, para penggawa timnas tidak lantas dibubarkan. Timnas tetap dipertahankan untuk menjalani sejumlah kejuaraan di tahun depan. Selain membela tanah air, Zulita juga disibukkan persiapan membela Jateng di PON Papua 2020. Zulita yang telanjur mencintai hoki itu menyayangkan adanya polemik di kepengurusan hoki tingkat nasional hingga membuat timnas menjadi korban. ‘’Ada dualisme kepengurusan. Kami seluruh atlet berharap segera berakhir supaya timnas bisa berprestasi lagi di level internasional,’’ ucapnya.*** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close