Madiun

Daop VII Waswas Perlintasan Sebidang

MADIUN – Aktivasi jalur ganda kereta api ruas Babadan, Kabupaten Madiun–Baron, Nganjuk membuat PT KAI Daop VIII Madiun sibuk. Sebab, lembaga itu harus mendata jumlah kereta api yang melintasi jalur double track yang beroperasi sejak akhir bulan lalu. Hal itu urgent dilakukan mengingat ada puluhan perlintasan tak berpalang pintu di sepanjang jalur tersebut. ’’Ada 27 titik,’’ kata Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixfan Hendriwintoko.

Ixfan menyebut puluhan perlintasan sebidang itu tergolong rawan meski beberapa sudah dilengkapi sarana pengamanan. Perinciannya, 10 titik dilengkapi petugas jaga, 10 titik dengan dipasangi rambu peringatan, serta tujuh titik tanpa rambu dan penjaga. Meski belum bisa memisahkan jumlah perlintasan khusus di Kabupaten Madiun, namun arus lalu lintas kendaraan di puluhan jomplangan dua wilayah tersebut diklaim cukup padat. ’’Sangat membahayakan pengguna jalan,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Dia menegaskan beroperasinya double track meningkatkan intensitas lalu lintas harian (LHR). Akan tetapi, titik serta jam masing-masing kereta yang melintas di waktu bersamaan dari arah Surabaya atau Madiun masih belum diketahui. Pihaknya masih memetakan tingkat intensitas LHR dalam sehari. Yakni, lewat pengecekan jadwal operasional dan jumlah kereta reguler dan tambahan. ’’Pemetaan tersebut yang nantinya dipakai mengantisipasi terjadinya kecelakaan,’’ ucap Ixfan.

Berdasar data Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur, ruas Madiun–Jombang terbilang padat. Sedikitnya 118 kereta melintas setiap hari dengan 56 di antaranya lewat Kertosono-Madiun. Karena ada jalur ganda, kapasitas dan frekuensi perjalanan kereta diyakini meningkat menjadi dua kali lipat. Daop VII perlu menyegerakan pemetaan tersebut karena momen menjelang Lebaran. ’’Kecenderungannya jumlah armada meningkat cukup signifikan untuk memfasilitasi pemudik,’’ katanya.

Ixfan menyatakan, pemerintah pusat dan daerah telah membuat rencana operasi menyikapi momen Lebaran. Salah satunya menyediakan petugas tambahan untuk ruas eksisting dan daerah rawan. Di luar itu, pemeriksaan keamanan jalur perlintasan. ‘’Penambahan rambu dan EWS (early warning system, Red) terus dilakukan di tahun berjalan,’’ ujarnya.

Sementara itu, pengoperasian rel ganda Babadan-Walikukun, Ngawi belum terealisasi. Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Timur masih harus menuntaskan ruas Madiun-Winongo dan Klagen Serut-Walikukun. Kedua ruas yang dalam tahap menyelesaikan pemasangan blok rel ditarget selesai akhir bulan ini. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button