Ngawi

Daop VII: Pemasangan Palang Pintu Kereta Api Bukan Kewajiban KAI

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Insiden temperan Kereta Api (KA) di perlintasan double track tak berpalang pintu Desa Tambakromo, Geneng, Ngawi langsung direspons PT KAI. Humas KAI Daop VII Ixfan Hendriwintoko menyebut, tidak ada kewajiban lembaganya memasang palang dan papan peringatan di perlintasan maut itu. ‘’Kewajibannya pemkab,’’ katanya, Senin (10/5).

Ixfan memaparkan tiga tipe perlintasan KA. Yakni, perlintasan resmi terjaga dengan keberadaan palang pintu dan petugas khusus. Lalu, perlintasan resmi tidak terjaga. Terakhir, perlintasan kereta api ilegal alias tidak resmi.

Bila aspek keamanan belum terpenuhi, dia menyebut bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi tanggung jawab bersama. ‘’Untuk menjamin tidak ada korban jiwa lagi, masyarakat harus ikut andil, tidak hanya bertumpu kepada PT KAI,’’ terangnya sembari mengutip bunyi pasal 11 e Peraturan Dirjen Perhubungan Darat SK.047/AJ.401/DRJD/2018.

Menurut dia, pengendara wajib menghentikan kendaraan dan menengok kanan-kiri untuk memastikan tidak ada KA yang akan melintas. ‘’Terlebih saat ini ada jalur ganda. Pengendara harus memastikan di kedua track itu tidak ada kereta yang hendak melintas,’’ imbuhnya. (mg3/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button