Magetan

Danlanud Iswahjudi: Panjat Pagar Lanud Halim Perdana Kusuma demi Saksikan Pesawat

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Tidak banyak yang tahu bocah yang di era 1980-an kerap memanjat pagar dari luar kawasan Lanud Halim Perdana Kusuma itu saat ini menjadi seorang petinggi jajaran TNI-AU. Momen masa kecil itu pula hingga kini masih melekat kuat di ingatan Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI M. Untung Suropati.

Tiap kali melihat pesawat lepas landas maupun mendarat, impian Untung kecil menjadi penerbang kala itu semakin terpupuk. ‘’Saya dari keluarga sipil, bukan militer,’’ kata Untung kepada Jawa Pos Radar Madiun Jumat (8/4).

Cita-cita pria kelahiran Jakarta, 15 April 1973, itu akhirnya terwujud setelah menamatkan pendidikan di Akademi AU pada 1994 dan menjalani pendidikan dua tahun di Sekolah Penerbangan AU Lanud Adi Sucipto Jogjakarta. ‘’Lulus 1996 langsung ditempatkan di Lanud Iswahjudi sebagai penerbang pesawat tempur F-5 Tiger,’’ ungkapnya.

Kurun 2003-2007 Untung dipercaya sebagai instruktur penerbang di Lanud Adi Sucipto. Kemudian pindah tugas ke Lanud Hasanuddin Makassar sebelum akhirnya menjadi komandan Skadron Udara 11. Pada 2014 Untung didapuk sebagai komandan Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Papua. ‘’Saya yang lahir sebagai penerbang di sini (Lanud Iswahjudi, Red) merasa bahwa ini tempat lahir saya, rumah saya,’’ tuturnya.

Untung pernah diberi amanah sebagai atase pertahanan di Moskow, Rusia, selama tiga tahun (2015-2018). Selain bertugas sebagai militer, kala itu dia berperan seorang diplomat. Membawa kepentingan Kementerian Pertahanan RI dan TNI di Negeri Beruang Merah. Sekaligus menyambung kerja sama peningkatan hubungan militer Indonesia-Rusia maupun alutsista. ‘’Juga menjalin atase pertahanan dengan negara lain. Kami saling interaksi, koordinasi, dan bertukar info, peluang apa yang bisa dijalin kerja sama,’’ urainya.

Sepulang dari Moskow, Untung dipercaya sebagai asisten operasi di Korps AU II Makassar. Kemudian menjabat perwira pembantu II hubungan luar negeri di Mabes TNI. Tugasnya mengoordinasi kegiatan atase pertahanan asing yang ada di Indonesia. Per 11 Januari lalu dia mendapat tanggung jawab menakhodai Lanud Iswahjudi.

Masa pandemi, menurut Untung, menjadi tantangan tersendiri bagi para penerbang. Kesehatan menjadi prioritas. Karena itu, dia selalu menekankan kepada para personel agar disiplin menerapkan protokol kesehatan. Baik diri sendiri, keluarga, maupun kesatuan dan di lingkungan Lanud Iswahjudi. ‘’Tanamkan disiplin, jangan sampai jadi orang yang berdosa menularkan penyakit pada orang lain,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button