Magetan

Dampak Refocusing Anggaran Covid-19, Nihil Normalisasi Embung

MAGETAN, Jawa  Pos Radar Magetan – Tahun ini proyek normalisasi embung di Magetan nihil. Padahal, sebagian besar mengalami pendangkalan. Akibatnya, acap meluap saat penghujan dan mengering ketika kemarau. ‘’Karena ada refocusing anggaran untuk Covid-19, jadi dari BBWS Bengawan Solo juga tidak ada kegiatan normalisasi,’’ kata Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Magetan Yuli Karyawan Iswahjudi Rabu (15/7).

Tahun sebelumnya, beberapa embung telah dinormalisasi. Salah satunya Embung Klumpit, Banyudono, Ngariboyo. Sedimentasi di embung itu mencapai tiga meter.  Bahkan, kekeringan di embung tersebut paling parah sejak dibangun 19 tahun lalu. ‘’Dulu kering kerontang, semoga tahun ini tidak sampai separah itu,’’ harapnya.

Yuli memastikan kekeringan tidak akan memengaruhi konstruksi dinding penampung embung. Sebab, bukan tempat budi daya ikan. Murni untuk irigasi. Normalisasi juga sudah berubah. Jika sebelumnya sebatas pengerukan sedimen, kini perluasan kapasitas embung. ‘’Perencanaan tetap berjalan, tapi ada sedikit perubahan dari konsep awal,’’ ujarnya.

Kini pihaknya fokus pemeliharaan di lima UPT Pengairan. Yakni, UPT Jejeruk, Beringin, Gandong, Gonggang, dan Purwodadi. Saluran yang ada dimaksimalkan. Pun perawatan berkala. Sehingga, tidak ada hambatan aliran air. ‘’Mengingat beberapa wilayah ada yang belum panen dan masih butuh air,’’ ungkapnya.

Yuli juga menyebut seluruh sungai di Magetan masih aman. Pun Kali Ulo Jajar, Kartoharjo, yang sempat meluap beberapa bulan lalu. Bahkan, tidak separah tahun sebelumnya yang sampai menggenangi permukiman. ‘’Sudah mulai dangkal, kami sudah ajukan ke BBWS Bengawan Solo untuk normalisasi,’’ ujarnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close