AdvertorialNgawi

Dampak Pemeriksaan Pedagang Harus Dipikirkan

Pengaruhi Kondisi Sosial dan Ekonomi

NGAWIJawa Pos Radar Ngawi – Kegiatan rapid test masal yang digelar pemkab terhadap ribuan pedagang tradisional direspons kalangan dewan. Pihak legislatif menilai pemerintah kurang memperhatikan dampak sosial dari kegiatan tersebut. ‘’Rapid test itu penting, tapi pemerintah juga harus memikirkan dampak sosial dan ekonomi pedagang setelah pemeriksaan itu,’’ kata Ketua Komisi III DPRD Ngawi Supeno Rabu (3/6).

Secara umum, Supeno sepakat dan mendukung langkah pemkab melakukan rapid test masal kepada pedagang pasar tradisional itu. Hal tersebut dianggap bisa melindungi pasar tradisional dari potensi penyebaran virus Covid-19. Pun pedagang tidak perlu mengeluarkan biaya karena sudah dibiayai pemkab. ‘’Kami tentu sangat mengapresiasi langkah tersebut,’’ ujarnya.

Namun, ada hal penting lainnya yang menurut dia belum dilakukan pemkab. Yaitu penanganan dampak sosial dan ekonomi dari kegiatan tersebut. Apa pun hasil rapid test-nya, Supeno menyebut bahwa kegiatan itu memberikan pengaruh besar terhadap kondisi pedagang. ‘’Secara sosial pasti ada dampaknya. Apalagi kalau hasilnya reaktif, pedagang harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari,’’ ungkapnya.

Belum lagi stigma di masyarakat yang menganggap pedagang tersebut sudah positif Covid-19. Padahal, hasil rapid test bukan untuk mendiagnosis seseorang positif atau negatif korona. Jika itu terjadi, pedagang tersebut tentu akan terganggu interaksi sosialnya. Dari sisi ekonomi pun terpengaruh karena hasil jualannya menjadi menurun. ‘’Ada keluhan yang masuk ke kami seperti itu. Padahal setelah di-swab test hasilnya negatif,’’ bebernya.

Karena itu, komisi III DPRD meminta pemkab melakukan sesuatu untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pedagang yang dinyatakan reaktif tersebut. Sehingga, dampak sosial dan ekonomi yang bisa merugikan pedagang bisa dikurangi. ‘’Saya kira hal itu menjadi problem sosial yang harus ditangkap beberapa pihak secara kebijakan,’’ tuturnya.

Supeno juga meminta tim gugus tugas percepatan penanganan (TGTPP) Covid-19 serius memberikan perhatian terhadap pedagang yang dinyatakan reaktif. Sebab, selama ini informasi yang diterimanya, pedagang yang terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah kurang mendapat perhatian. ‘’Ketika sudah dinyatakan reaktif dan isolasi mandiri, lalu apa yang dilakukan tim gugus tugas kepada mereka,’’ katanya.

Kemarin (3/6) komisi III DPRD sengaja mendatangi sejumlah pedagang di Pasar Kedungprahu, Pasar Samben, dan Pasar Karangjati. Selain untuk memastikan beberapa keluhan pedagang setelah kegiatan rapid test, kegiatan tersebut juga untuk mengecek progres pendapatan asli daerah (PAD) dari restribusi pasar. Rencananya, hari ini (4/6) komisi III akan kembali turun ke sejumlah pasar tradisional untuk melakukan kegiatan serupa. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button