Ponorogo

Dampak Pandemi Virus Korona, Stop Pasokan Sayuran dari Magetan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Stok pangan bagi masyarakat Ponorogo masih mencukupi. Sekalipun pemkab saat ini telah membatasi pasokan sayuran dari Magetan yang masuk dalam zona merah Covid-19. ‘’Sebenarnya dari Ponorogo sendiri cukup untuk memenuhi kebutuhan,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Ponorogo Medi Susanto Selasa (31/3).

Pihaknya mencatat, terdapat 14 jenis komoditas sayuran hasil produksi petani lokal. Seperti bawang, cabai, tomat, terong, buncis, bayam, kangkung, dan lainnya. Beragam jenis sayuran itu tersebar di delapan kecamatan. ‘’Tapi, sentranya tetap tanaman padi. Bahkan, tanaman holtikultura ini biasa ditanam petani terutama saat off season. Karena petani tahu bahwa nilai jual tanaman holtikultura itu tinggi kalau di luar musim tanam,’’ jelas Medi.

Pada umumnya, kata dia, sayuran yang beredar di pasar tradisional Ponorogo merupakan pasokan lokal dan dari Magetan. Perbandingannya fifty-fifty. Karena itu, Medi menyebut larangan pasokan sayuran dari Magetan tidak akan berdampak serius pada kebutuhan pangan warga Ponorogo. ‘’Karena mengalami penurunan pasokan, otomatis harga untuk beberapa komoditas akan meningkat. Tapi, kami yakin peningkatannya tidak akan begitu signifikan kalau melihat tingkat permintaan masyarakat,’’ paparnya.

Medi menyebut ketersediaan stok sayuran yang ada saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sampai Lebaran. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat tidak resah. ‘’Stok sayuran dan pangan bisa tercukupi setidaknya sampai dua bulan ke depan. Tidak dimungkiri bahwa Covid-19 ini memengaruhi semua lini, termasuk pertanian dan perdagangan,’’ jelasnya. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close