Ngawi

Desa Terdampak Kekeringan di Ngawi Semakin Meluas

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dampak kekeringan di Ngawi semakin menjadi-jadi. Memasuki pekan kedua September, jumlah desa yang mengajukan bantuan air bersih pun bertambah dari semula 45 menjadi 47. Dua desa tambahan itu adalah Mantingan dan Pengkol. ‘’Lokasinya di pegunungan kapur sehingga sulit menyimpan air,’’ kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi Jumat (13/9).

Teguh mengatakan, meluasnya desa terdampak kekeringan tak lepas dari kondisi pekan-pekan ini yang merupakan puncak kemarau. ‘’Kemungkinan desa yang mengajukan dropping air bersih masih terus bertambah,’’ ujarnya.

Dalam sehari, kata dia, lima hingga tujuh truk tangki turun ke desa terdampak untuk melakukan pengiriman. Pun, Teguh memastikan seluruh desa yang mengajukan permintaan air bersih bakal terlayani meski harus bergiliran. ‘’Airnya diambil dari wilayah Gentong. Satu truk rata-rata antre empat jam,’’ tuturnya.

Dia menyebut, wadah penampungan air bersih milik warga juga menjadi kendala. Banyak desa terdampak yang tidak memiliki tandon raksasa untuk menampung air kiriman BPBD. Alhasil, truk tangki harus menunggu warga bolak-balik mengisi ember dan jeriken hingga air tak tersisa.

Teguh menambahkan, ada desa yang meminta air bersih kiriman disalurkan ke sumur galian warga. Namun, pihaknya menolak lantaran dinilai tidak efektif. ‘’Akhirnya kami siasati dengan membuat kolam dari plastik terpal hingga air mampu tertampung untuk beberapa waktu,’’ terangnya.

Meski begitu, menurut Teguh, dropping air bersih hanya merupakan penanganan jangka pendek. Sedangkan solusi jangka panjang adalah melalui reboisasi. ‘’Paling efektif memang dengan penghijauan. Adanya banyak pepohonan, selain bisa menampung air, juga mampu menahan angin,’’ tambahnya.

Sumarni, salah seorang warga Dusun Nampel, Kerek, mengaku sejak dua bulan terakhir sumur-sumur di dusun setempat mulai mengering. Pun, saban hari dia harus bolak-balik mencari air bersih ke desa tetangga. ‘’Setiap tahun ya seperti ini, tapi tahun ini paling parah,’’ sebutnya. (gen/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close