Ngawi

Dalam Sepekan Tambah 9 Pasien Positif Korona

Seorang di Antaranya Bumil Asal Jogorogo

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Kasus Covid-19 di Bumi Orek-Orek semakin mengkhawatirkan. Alih-alih melandai, grafik warga yang terpapar justru terus menunjukkan tren peningkatan. Tidak tanggung-tanggung, dalam sepekan terakhir terdapat tambahan sembilan pasien positif.

Memprihatinkan lagi, salah seorang pasien merupakan ibu hamil (bumil). Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan tim surveilans Puskesmas Jogorogo, pasien positif nomor 84 asal kecamatan setempat itu tidak pernah ke luar kota maupun kontak erat dengan pasien Covid-19 lainnya.

‘’Mungkin karena tidak disiplin terhadap protokol kesehatan. Memang seseorang bisa tertular virus dengan bermacam sebab,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Ngawi drg Endah Pratiwi Minggu (30/8).

Endah mengungkapkan, penularan virus korona bisa melalui berbagai cara. Misalnya, berada di kerumunan massa, memegang benda tertentu di tempat umum, naik angkutan umum, dan sebagainya. ‘’Kalau yang sudah terkonfirmasi semua bisa tahu, tapi jika statusnya OTG (orang tanpa gejala, Red) susah mendeteksinya. Makanya, disiplin terhadap protokol kesehatan sangat penting,’’ tuturnya.

Temuan bumil terinfeksi virus korona itu bermula saat 12 Agustus lalu petugas surveilans Puskesmas Jogorogo menerima laporan bahwa seorang pasien di ruang PONED puskesmas setempat hasil rapid test-nya reaktif. Setelah dilakukan swab test dan keluar hasilnya kemarin, pasien tersebut dinyatakan positif. ‘’Sekarang masih dirawat di RSUD dr Soeroto,’’ imbuh Endah.

Direktur RSUD dr Soeroto dr Agus Priyambodo menyampaikan bahwa kondisi pasien bumil tersebut baik-baik saja. Pun, dua pekan lalu telah melakukan persalinan dengan normal. Bayinya juga dalam kondisi sehat dan masih dirawat di ruang NICU. ‘’Kondisinya stabil,’’ sebutnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close