Magetan

Daduk-Naning Supiyah, Tersangka korupsi DLH Magetan Ditahan

Tiga Tersangka Lain Tunggu Pengembangan Penyidikan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Daduk (pensiunan Diskominfo Magetan) dan Naning Supiyah (direktur CV Agung Mas) ditahan Jumat (27/12). Usai menjalani pemeriksaan, dua tersangka korupsi di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan itu langsung dipakaikan rompi tahanan dan digiring menuju rutan kelas II B Magetan.

Kasi Pidsus Kejari Magetan Agus Zaeni menyebut bahwa kedua tersangka bekerja sama pada proyek program kali bersih (prokasih) dan composting. Daduk yang saat itu menjabat sebagai kabid Tata Lingkungan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Magetan memanfaatkan posisinya sebagai PPTK. Sedangkan Naning menjalankan perannya sebagai pihak ketiga. ‘’Mereka bekerja sama untuk pekerjaan 2013 dan 2014,’’ ujarnya.

Namun, Naning tidak menggunakan perusahaannya. Melainkan meminjam dua bendera dari perusahaan lain. Namun, CV Agung Mas-lah yang tetap mengerjakan. Sebab, semua administrasi berasal dari CV Agung Mas. Dari pekerjaan itu, CV Agung Mas menarik fee sebesar 4 persen. ‘’Seolah-olah ada subnya. Padahal, CV Agung  yang melaksanakan pekerjaan,’’ paparnya.

Agus menaksir kongkalikong antara Daduk dan Naning itu membuat negara merugi hingga Rp 112 juta. Setiap tahunnya, anggaran yang digunakan untuk prokasih dan composting mencapai Rp 69 juta. Keduanya dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman kurungan hingga lima tahun. ‘’Hari ini dilakukan penahanan karena kami anggap sudah memenuhi unsur materiil dan formil,’’ jelasnya.

Kejari Magetan berjanji tidak mengakhiri penyidikan setelah menahan dua tersangka terkait. Pengembangan akan terus dilaksanakan. Besar kemungkinan bakal muncul tersangka baru. Mengingat berkas yang dikirimkan Polres Magetan menyebutkan lima tersangka yang terlibat. ‘’Akan kami kembangkan lagi untuk mengetahui kemungkinan adanya tersangka lain,’’ katanya.

Pengusutan dugaan rasuah di tubuh DLH Magetan itu cukup menyita waktu. Pemeriksaan telah dilakukan Polres Magetan sejak 2017. Penetapan tersangkanya telah dilakukan sejak Mei tahun lalu. Berkas perkaranya dilimpahkan untuk pertama kalinya pada 27 Agustus tahun lalu. Namun, masih bolak-balik polres-kejari karena dianggap belum kuat untuk pembuktian. (bel/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close