MadiunSport

Cyclist Kota Madiun Bukan Jago Kandang

BOYOLALI, Jawa Pos Radar Madiun – Atlet balap sepeda ISSI Kota Madiun kembali memetik prestasi. Setelah sukses di ajang KoM (King of Mountain) Manisrejo-Kare minggu lalu, kemarin lagi-lagi berjaya. Kali ini tidak tanggung-tanggung. Sebanyak tiga cyclist Kota Madiun mengukir prestasi di ajang tarkam balap sepeda usia dini se-Solo Raya di Boyolali.

‘’Ternyata anak-anak tidak keder. Meski lawan-lawannya dari Kota Solo, Klaten, dan sekitarnya, nyalinya oke. Mereka bertarung habis,’’ kata Ketua Umum ISSI Kota Madiun Aris Sudanang yang turut mendampingi saat lomba.

Siapa saja cyclist Kota Madiun yang berjaya? Adalah Naufal Farhan Nugie Murtadho. Pembalap kelas VII SMPN 13 Kota Madiun itu menjadi yang tercepat di kelas usia 13-14 tahun. Naufal mencatat waktu tercepat 17,01 menit. Sementara di urutan kedua diraih Hersanto asal Kota Solo dengan catatan 17,07 menit. Jarak waktu yang ditorehkan Naufal dan Hersanto hanya berselisih detik. Urutan ketiga diraih Nero asal Solo dengan catatan waktu 17,25 menit. ‘’Luar biasa ketat persaingan di usia 13-14 tahun ini. Naufal yang belum tahu medan saja bisa menang. Apalagi kalau latihannya tiap hari di sini,’’ kata Muhammad Sriyono yang kemarin memantau langsung saat lomba berlangsung.

Sedang Attila Bintang Lazuardi dan Danilo Amika turun di usia 15-16 tahun. Di usia ini ada cyclist langganan juara di berbagai event usia dini, yakni Naufal Faris. Cyclist asal Solo ini kali terakhir memenangi lomba criterium di Lombok, November lalu. Meski Ada Naufal, nyatanya Attila dan Danilo tidak ngeper. Keduanya terus berebut posisi untuk yang terdepan. Di akhir lomba, keduanya masuk 10 besar. Atilla berada di posisi kelima, sementara Danilo ketujuh. ‘’Lumayan bisa masuk deretan elite,’’ ucap Aris.

Dari pengamatan Aris, meski kelasnya tarkam, nyatanya antusiasme peserta balap sepeda usia dini di ajang ini patut diacungi jempol. Jumlah pesertanya nyaris menyentuh angka ratusan orang.’’Coba kalau tidak kita batasi, bisa-bisa panitia kelabakan,’’ kata Jefry Kambuaya, salah seorang panitia lomba.

Menurut Jefry, peserta luar kota juga luar biasa antusiasmenya. Tercatat puluhan kabupaten terus memohon agar diperbolehkan turut ambil bagian. Akhirnya bagaimana? ‘’Terpaksa tidak kita terima. Karena ini memang kita khususkan dulu se-Solo Raya. Tahun depan baru kita open-kan untuk kelas usia dini ini,’’ tambah Wiwid Widiyanto, panitia lainnya.

Meski kabupaten lain kena cekal, ternyata cyclist Kota Madiun mendapat perlakuan istimewa. Diperbolehkan ikut. Sebab apa? Menurut Wiwid karena Kota Madiun tetangga dekat. ‘’Hanya kelompatan gunung saja. Anggap saja jadi sparingan tipis-tipis,’’ kata Wiwid yang juga orang tua cyclist andal Solo, Naufal Faris.

Yang cukup mencengangkan dari event ini adalah pilihan finisnya. Yakni, model summit finish alias finis di ketinggian. Padahal, peserta masih usia dini. Tapi, oleh panitia lomba sudah digiring di ketinggian. Sekadar informasi saja, tarkam ini mengambil finis di Tanjakan Cinta (TC) Musuk, Boyolali. Menurut Jefry, di lima kilometer terakhir menjelang finis merupakan suffering for cyclists (penderitaan bagi para cyclist). ‘’Siapa yang kuat menahan penderitaan, dialah yang akan keluar sebagai pemenang. Karena gradien di dua tanjakan terakhir mencapai 18 persen,’’ ujar Jefry yang cylist asli Solo.

Benarkah demikian? Naufal Farhan, cyclist asal Kota Madiun, harus melakukan interval untuk menaklukkan dua tanjakan menjelang finis. Sebab, jika digowes di atas sadel akan dilibas oleh pembalap lain. Apa hanya gaya interval yang menjadi peran penting, Fal? ‘’Bukan itu saja. Sepeda sebagai alat juga menjadi penentu. Skill oke, alat (sepeda, Red) oke, itulah penentunya. Saya juga ingin mengucapkan kepada Pak Kapten (Bambang Wisono, ketua harian ISSI Kota Madiun, Red) yang sudah meminjami sepeda. Sepeda mak clurut-clurut di tanjakan,’’ ucap Naufal yang kemarin mendapat amplop dari panitia atas prestasinya. Berapa besarnya? Hanya Naufal yang tahu. (asd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close