MadiunSport

Cyclist Junior-Senior Madiun Raya Harus Lebih Kompetitif

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Satu pelajaran berharga dari event Randu Alas Highlands Challenge (RAHC) 2019. Hanya sejumlah cyclist muda asal Madiun Raya yang kompetitif. Itu pun belum mampu menyabet juara I. Capaian tertinggi diraih Attila Bintang, cyclist binaan ISSI Kota Madiun, yang tergabung di komunitas IPSM dan BRB Kota Madiun.

Attilla mampu menyabet juara III di kelas under 30. Perjuangan atlet yang masih berusia 15 tahun itu tidak mudah. Dia harus bertarung dengan sederet pembalap yang tangguh. Dia finis di belakang Muh. Abdul Cholil asal Klaten dan Triyono Setyo dari Magetan. Capaian Attila memang luar biasa. Sebab, kelas yang diperlombakan itu open, atau bebas dari pembalap dalam dan luar Madiun Raya. Total peserta untuk race under 30 mencapai 41 cyclist. ’’Tetap bersyukur bisa podium. Event selanjutnya harus lebih baik lagi,’’ kata pelajar SMAN 2 Kota Madiun itu.

Ferinanto, mantan atlet pesepeda yang langganan juara Tour de Indonesia asal Kota Madiun, ikut memberikan masukan.  Feri yang mengawal langsung gelaran event RAHC 2019 meminta beberapa pembenahan. Khususnya, dari penentuan kategori usia. Sementara yang sudah ada dinilainya bagus. Namun, ada baiknya ke depan ditambah lagi untuk kelas junior, usia 17—19 tahun.  ’’Event selanjutnya mungkin seperti itu. Saya lihat banyak yang potensial atlet-atlet Madiun Raya,’’ ujarnya.

Sedangkan untuk usia 20 sampai 30 tahun bisa dimasukkan kelas senior. Untuk upper 40 masuk di kelompok master. Namun, dia memuji begitu rapinya peloton sampai sebelum race di Desa Blabakan. ’’Harus semakin sering event bersepeda ini, bisa di Kota Madiun atau kabupaten. Nanti akan ada Jamus di Ngawi, Magetan, dan Ponorogo juga bisa,’’ tuturnya.

Ketua Harian ISSI Kota Madiun Bambang Wisono menuturkan, ke depan penting sekali atlet-atlet junior untuk diterjunkan di event-event bersepeda. Ini sekaligus untuk menguji kesiapan mental. Selain Attila, ada Nuafal Farhan yang juga potensial. Namun, pada event RAHC 2019 kurang beruntung. ’’Ya harus semakin sering berlatih. Tapi, luar biasa cyclist-cyclist dari Madiun Raya, karena rata-rata saingannya juga berat-berat. Untuk kelas master 31-45, itu yang juara juga dari Madiun, Agus Hariyanto, meski klubnya itu Ratjoen (Malang), ikut bangga,’’ ucapnya. (mgc/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close