Madiun

Curi Data Pribadi, Modus Tawarkan Token Listrik Subsidi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Momen pergantian subsidi listrik dari 100 persen menjadi 50 persen per awal bulan ini dimanfaatkan penjahat dunia maya untuk beraksi. Marak beredar link melalui pesan berantai di media sosial (medsos) dengan modus penawaran subsidi listrik gratis. Padahal, itu merupakan bagian dari upaya phishing alias pencurian data pribadi.

Penelusuran Jawa Pos Radar Madiun, salah satu link yang patut diwaspadai adalah https://tokenpln.shop/index.php?app=PLN&data1ID=135. Tautan yang tersebar lewat WhatsApp itu dilengkapi keterangan ‘’subsidi listrik untuk rumah tangga dengan daya 450 VA dan 900 VA’’.

Jika link tersebut diklik, akan terbuka website berisi penawaran subsidi listrik gratis yang mengharuskan calon penerima mengisi survei terdiri empat pertanyaan. Yakni, terkait jenis kelamin, rentang usia, terdampak pandemi, serta jenis ponsel yang digunakan.

Manajer Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Madiun Indra Sujatmika menegaskan bahwa website tersebut bukan resmi milik PLN. Pun, diakuinya belakangan marak beredar link mengatasnamakan PLN menawarkan token gratis. ‘’Situs resmi PLN itu www.pln.go.id atau layananpln.go.id, serta CS (customer service) 123. Di luar itu berarti bukan resmi PLN,’’ tegas Indra.

Indra juga mencurigai link abal-abal itu bagian dari upaya pencurian data pribadi yang tersimpan dalam smartphone. Karena itu, dia mengimbau masyarakat waspada. ‘’Jangan sampai kena tipu. Kalau tidak hati-hati, risikonya akan ke kita sendiri,’’ ujarnya.

Indra menyampaikan, oknum tidak bertanggung jawab itu memanfaatkan momen subsidi listrik 100 persen (450 VA) dan 50 persen (900 VA) yang berakhir per 1 April lalu. Begitu pula saat diperpanjang hingga Juli mendatang dengan perubahan subsidi menjadi 50 persen (450 VA) dan 25 persen (900 VA). ‘’Stimulus ini sudah dimulai sejak 1 April 2020. Kemudian diperpanjang, tapi tidak 100 persen lagi,’’ paparnya.

Selama subsidi tahap pertama itu, pemerintah menggelontor anggaran sekitar Rp 13 miliar per bulan untuk menstimulus pelanggan di wilayah Kota dan Kabupaten Madiun serta Ngawi. Perinciannya, 324 ribu pelanggan dengan daya 450 VA dan 300-an ribu pelangan dengan daya 900 VA. ‘’Berarti sekarang separonya,’’ ujar Indra.

Bagaimana subsidi itu diberikan? Indra menegaskan tidak menggunakan link atau website. Melainkan pelanggan menerima secara langsung. Jika sistem pascabayar dapat potongan langsung waktu timbul rekening. Sedangkan metode prabayar, saat pembelian token sudah dilakukan pemotongan. ‘’Jadi, tidak dari link-link itu. Pelanggan bisa tanya ke petugas meter jika memang ragu,’’ tuturnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button