Magetan

Cukupi Belanja Penanganan Pandemi, BTT Bengkak Rp 41 Miliar

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Alokasi belanja tidak terduga (BTT) membengkak. Penambahan anggaran hingga belasan miliar untuk pos BTT bersumber dari refocusing di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Refocusing untuk mencukupi kebutuhan belanja penanganan pandemi,’’ kata Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Suci Lestari, Sabtu (10/7).

Saat APBD 2021 dirancang tahun lalu, BTT dialokasikan sebesar Rp 25 miliar. Asumsi tersebut rupanya meleset. Banyak kebutuhan belanja untuk penanganan pandemi yang harus diakomodasi. Alhasil, pemkab melakukan refocusing dari anggaran seluruh OPD yang dinilai kurang urgen. ‘’Dari refocusing terkumpul sekitar Rp 15 miliar,’’ ungkapnya.

Setelah ditotal, jadilah BTT pemkab kini bengkak hingga Rp 41 miliar. Bahkan, baru memasuki bulan ketujuh, anggaran dari pos BTT sudah terpakai Rp 13,5 miliar. Seluruhnya untuk mencukupi kebutuhan belanja terkait penanganan pandemi. ‘’Banyak belanja kuratif mulai dari pembelian alat kesehatan sampai membiayai pelaksanaan vaksinasi,’’ terang Suci.

Pemkab juga telah membeli tak kurang dari lima ribu reagen untuk kebutuhan di labkesda, RSUD, dan berbagai fasilitas kesehatan. Total biayanya mencapai Rp 600 juta. Belanja reagen, kata Suci, besar kemungkinan tak hanya dilakukan sekali itu. ‘’Kemungkinan akan ada pengadaan reagen lagi untuk meningkatkan rasio testing,’’ beber Suci, sembari menyebut nasib alokasi bantuan sosial untuk warga kelurahan di tahun ini masih belum jelas. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button