Ponorogo

Cucu Tega Cangkul dan Tikam Kepala Nenek

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Nahas nian nasib Tuminah. Sudah renta lagi lumpuh, akhirnya harus meregang nyawa di tangan cucunya yang mengidap gangguan jiwa. Aksi rajapati itu terjadi di Desa Kesugihan, Pulung, Ponorogo, Senin sore (6/9). Otopsi jasad perempuan sepuh berusia 75 tahun itu berlangsung hingga malam dengan melibatkan dokter ahli forensik dari RS Bhayangkara, Kediri. Korban mengalami luka parah di kepala, sebagian besar wajah, telinga, hingga leher, akibat hantaman mata cangkul.

Aksi sadistis Risky Putra Patrama tergambar saat ada saksi melihat remaja 22 tahun itu memegang cangkul yang ujung tajamnya berlumuran darah. Risky yang sakit jiwanya sedang kambuh sempat mengusir siapa pun agar menjauh. Pelaku bergegas keluar rumah yang selama ini ditinggali berdua dengan neneknya untuk membuang cangkul. ‘’Tersangka segera diamankan ke Polsek Pulung,’’ kata Kasatreskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus, Selasa (7/9).

Polisi ternyata menemukan pisau berlumuran darah di dekat kasur, tempat korban Tuminah selama ini selalu berbaring. Korban diduga terbunuh bukan saja karena hantaman mata cangkul, melainkan juga akibat tikam pisau. Polisi mengamankan dua barang bukti senjata tajam itu. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP) didapati pula obat dari rumah sakit jiwa berikut surat keterangan pasien atas nama Risky. ‘’Pakaian yang kali terakhir dikenakan korban, selimut, dan kasur ikut menjadi barang bukti,’’ terang Kasatreskrim.

Sementara itu, Kapolsek Pulung AKP Hariyadi menyebut bahwa penyidiknya tidak banyak mendapat keterangan dari mulut tersangka. Risky hanya diam seribu bahasa meski sudah dicecar dengan pertanyaan. Tak urung, motif pembunuhan sadis itu hingga kemarin belum terungkap gambalang. Penyidik berencana memeriksakan kondisi kejiwaan tersangkanya ke RS Bhayangkara, Surabaya. Kendati Risky selama ini tercatat pasien tetap Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Solo. ‘’Perkembangan penyidikan menunggu hasil pemeriksaan psikiater,’’ jelas Kapolsek. (tr2/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button