CPNSMadiun

CPNS 2018: Wisma Haji Ditunjuk Panselnas Jadi Lokasi Tes SKD

MADIUN – Wisma Haji siap menyambut gelombang besar pelamar CPNS. Menyusul pemilihan aset Pemkot Madiun itu sebagai venue seleksi kompetensi dasar (SKD). Saat ini pemkot dan pemkab sekitar masih membahas rencana kerja sama penyelenggaraan CPNS itu di Wisma Haji. ’’Prinsipnya, tidak di-handle semua oleh pemkot. Daerah bersama-sama mempersiapkan,’’ kata Penjabat Sekda Rusdiyanto.

Wisma Haji ditunjuk oleh panitia seleksi nasional (panselnas) sebagai lokasi seleksi SKD untuk CPNS di wilayah eks Karesidenan Madiun. Penunjukan itu telah didasarkan pada peninjauan sebelumnya setelah mempertimbangkan sejumlah tempat lainnya. Dari segi luas bangunan, Rusdiyanto menilai Wisma Haji bisa mengakomodir banyaknya pelamar CPNS yang diprediksi mencapai ribuan. Apalagi, berasal dari enam daerah di eks Karesidenan Madiun. ’’Tapi perlu dipikirkan juga kebutuhan sarprasnya,’’ ujarnya.

Sejumlah sarpras memang perlu disiapkan untuk melayani para pelamar CPNS. Paling krusial di antaranya ratusan unit perangkat komputer, akses internet yang wajib cepat, hingga pasokan daya listrik yang tanpa gangguan. Belum termasuk kebutuhan sarpras lainnya seperti meja atau kursi. Nah, penyiapan berbagai sarpras itu dipikirkan bersama. Tidak menjadi tanggungan pemkot semata. ’’Termasuk biaya sewa Wisma Haji, ini tentu bukan menjadi tanggungan pemkot saja. Perlu dibahas, karena didanai bersama,’’ tutur Rusdiyanto.

Terlepas dari penyiapan pendanaan bersama, pemkot memastikan Wisma Haji siap menyambut CPNS besar-besaran tahun ini. Kepala UPTD Stadion Wilis Gor dan Wisma Haji Danang Abrori menyebut, pihaknya telah mendapat request penggunaan Wisma Haji oleh BKD setempat. Terhitung mulai minggu ketiga Oktober sampai akhir November. ‘’Untuk waktu persisnya, pihak panitia belum menginformasikan secara resmi. Tapi itu perkiraannya,’’ sebut Danang.

Dia membeber sejumlah fasilitas penting Wisma Haji. Aula lantai dua gedung utama memiliki luasan 800 meter persegi. Cukup untuk diisi seribu orang. Terdapat pendingin ruangan beserta eskalator untuk memudahkan para pelamar CPNS yang hendak mengikuti SKD. ‘’Lantai satu bisa dipakai untuk panitia atau peralatan. Prinsipnya siap untuk digunakan,’’ bebernya.

Soal lama penggunaan Wisma Haji, Kepala BKD Haris Rahmanudin mengaku belum dapat memastikan. Pasalnya, perlu memperhitungkan jumlah pelamar CPNS untuk enam daerah di eks Karesidenan Madiun. Semakin banyak pelamar, maka semakin lama Wisma Haji digunakan. (naz/c1/ota)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close