Ponorogo

Cium Aroma Nepotisme, Seleksi Perangkat Cekok Diprotes

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Seleksi perangkat desa Cekok, Babadan, dikeluhkan sebagian warganya. Mereka menuding ada praktik nepotisme di balik proses tersebut. Keluhan itu disampaikan warga Cekok kepada komisi A DPRD Rabu (13/11). ‘’Anak perangkat desa dan anak kepala desa (kades) lolos seleksi,’’ kata Adip Ulinuha, koordinator warga Cekok yang kemarin wadul ke DPRD.

Adip mengajak lima warga lainnya mendatangi gedung DPRD sekitar pukul 10.00. Di hadapan sejumlah penggawa komisi A, Adip dan warga lainnya mengutarakan dugaan nepotisme di balik proses rekrutmen perangkat desa Cekok. Bahkan, Adip mengklaim sudah menyampaikan mosi keberatan kepada pihak panitia. ‘’Intinya, hasil seleksi yang dilaksanakan itu belum memuaskan bagi kami,’’ ujarnya.

Dia membeber sejumlah temuan. Pemdes Cekok membuka 10 lowongan perangkat desa. Dari 55 pendaftar, ada 45 yang dinyatakan gagal. Termasuk Adip. Nilai mereka disebut di bawah 50. Sementara sepuluh pendaftar lolos dengan nilai lebih dari 80. ‘’Ini timpang. Apa dari 55 pendaftar, 45 orang di antaranya itu goblok kabeh, kan tidak mungkin. Sepuluh orang yang lolos seleksi merupakan kerabat para perangkat dan kades,’’ sebut Adip.

Adip dan warga lainnya menyatakan tidak puas dengan hasil seleksi tersebut. Yang disayangkan Adip, dari 45 orang yang nilainya di bawah 50 itu, sebagian adalah sarjana. Dia masih sulit percaya mendapati beberapa koleganya yang sudah S-1 mendapat nilai di bawah 50. Sebaliknya, kerabat para perangkat dan kades nilainya  semua di atas 80. ‘’Putranya Bu Lurah jadi perangkat, anaknya kamituwo jadi carik, anak perangkat desa ada yang jadi staf. Termasuk keponakan-keponakan mereka ada yang jadi staf,’’ bebernya.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Agung Priyanto berjanji akan menindaklanjuti keluhan warga Cekok. Pihaknya segera memanggil dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) serta camat Babadan. Jika perlu, mengajak duduk bersama sekda. ‘’Kami akan tindak lanjuti dengan memanggil beberapa dinas dan camat setempat. Semoga ini baru satu kasus,’’ ucap politisi PDI Perjuangan itu.

Jangan sampai, kata Agung, masyarakat mengerdilkan proses seleksi yang sudah berbenah lebih baik sekarang ini. Di sisi lain, panitia harus memastikan proses seleksi berjalan fair dan profesional. Jauh dari praduga yang dikemukakan warga Cekok. ‘’Kalau nilai peserta bagus, ya seharusnya lolos. Kalau tidak, ya tidak berhak. Seleksi harus jujur, jangan sampai ada permainan,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button