News

Ciri Khas Suku Gayo

×

Ciri Khas Suku Gayo

Share this article

Ciri Khas Suku Gayo – Suku Singkil merupakan suku bangsa yang menyebar dan menetap di wilayah Subulasalam, Aceh Singkil, serta sebagian wilayah Aceh Selatan dan Aceh Tenggara di Aceh. Kasta Batak Pakpak termasuk suku Singkil Boang.

Bahasa Singkil merupakan bahasa asli masyarakat Singkil yang dituturkan di daerah Subulsalam, Ah Singkil dan sebagian Ach Selatan dan Ach Tenggara. Bahasa tersebut merupakan penyebaran dari bahasa Batak Karo.

Ciri Khas Suku Gayo

Namun bahasa Singkil di sisi lain mempunyai keunikan tersendiri, yaitu bentuk kosa kata yang sangat berbeda dengan bahasa Batak Karo dan ciri-ciri khusus seperti pengucapan huruf R dan H.

Makanan Khas Gayo

Suku tunggal ini mempunyai kebudayaan tersendiri yang banyak dipengaruhi oleh tradisi Islam. Meski bersahabat, namun suku ini mempunyai adat dan budaya yang berbeda dengan suku Batak Pakak. Hal ini dikarenakan masyarakat Sinkil mayoritas beragama Islam, sedangkan masyarakat Batak Pakak mayoritas beragama Kristen.

Selain itu, suku tunggal lebih banyak bercampur dengan ras pendatang seperti Batak Pakpak, Batak Karo, Minangkabau, dan Aceh.

Secara umum nama marga yang digunakan oleh satu orang relatif sama dengan marga pada suku Batak Pakak, Batak Karo, Batak Alas, Batak Kluet, Gayo, Batak Toba, dan selebihnya adalah marga Minangkabau dan selebihnya. Suku Aceh.

Ada beberapa marga Singkil dalam garis keturunan Minangkabau yang telah berasimilasi dengan masyarakat Singkil selama berabad-abad, yaitu:

Tari Saman Menggunakan Pola Lantai Berikut Maknanya

Mayoritas penduduk Singkil beragama Islam. Islam diyakini telah menyebar ke wilayah Sinkil selama beberapa abad. Kemudian juga diperintah oleh Kesultanan Aceh yang menguasainya selama beberapa abad, Suku Gaya merupakan salah satu suku bangsa yang tinggal di Dataran Tinggi Gaya provinsi Aceh Tengah. Wilayah suku Gayo meliputi kabupaten Bener Meria, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Ada pula yang bermukim di Aceh Timur, yakni di Kecamatan Serba Jadi, Penaron, dan Simpang Jernih. Masyarakat Gayo beragama Islam dan dikenal taat dalam agamanya.

Suku Gayo merupakan suku proto Melayu yang berasal dari India. Bangsa ini diyakini telah tiba di Indonesia ribuan tahun sebelum Masehi. Kulit hitam, badan pendek, dan rambut keriting menjadi ciri khas bangsa ini. Ada tiga kelompok dalam suku Gayo, yaitu:

Kata Gaya berasal dari kata Pegayon yang berarti tempat sumber mata air murni yang terdapat ikan dan kepiting suci (murni). Sekelompok pendatang Karo dari desa bernama Porang dikabarkan datang ke Blankegeran. Dalam perjalanan mereka tiba di sebuah desa di mana seekor kepiting besar tinggal di semak-semak, mereka melihat makhluk itu dan Goo… Goo berteriak. Dari sinilah daerah tersebut mendapat nama Gayo.

Baca Juga  Tiga Tahap Dalam Melakukan Loncat Kangkang Adalah

Bahasa Gaya berkerabat dengan bahasa suku Kara di Sumatera Utara dan termasuk dalam kelompok bahasa “Kepulauan Penghalang Sumatera Barat Laut” dari rumpun bahasa Estra. Dialek Gayo mempunyai banyak variasi akibat pengaruh bahasa asing. Bahasa Gayo di Lokope sedikit berbeda dengan bahasa Gayo di Gayo Kalul, Gayo Lut, Linge dan Gayo Lues.

The House Traditional Custom Gayo (rumah Adat Tradisional Gayo) — Steemit

Hal ini disebabkan pengaruh bahasa Aceh yang lebih dominan di Aceh Timur. Sedangkan bahasa Gayo Kalul di Aceh Tamiang sedikit banyak mempunyai pengaruh Melayu karena letaknya lebih dekat dengan Sumatera Utara. Kemudian karena interaksi yang lebih besar dengan kedua suku tersebut, khususnya masyarakat Gayo kabupaten Aceh Tenggara, maka suku Gayo Lus lebih banyak dipengaruhi oleh bahasa Wei dan bahasa Karo.

Dialek Suku Gayo Menurut M.I. Melalatoa, dialek Gayo Lut mempunyai subdialek Gayo Lut dan Deret, sedangkan Bukit dan Sik merupakan subdialeknya. Begitu pula dengan dialek Gayo Lus yang mempunyai subdialek Gayo Lus dan Serbezadi. Subdialek Serbejadi sendiri meliputi subdialek Serbejadi dan Lukup (1981:53). Sementara itu, Bayhaki AK., dkk., menyatakan banyaknya dialek Gayo berkaitan dengan sebaran suku Gayo (Gayo Lut, Deret, Gayo Lus, Lokop/Serbejadi dan Kalul).

Namun dialek Gayo Lues, Gayo Lut, Gayo Lukup/Serbejadi dan Gayo Deret dapat dikatakan identik atau sangat mirip. Gayo Lut sendiri mempunyai dua dialek yang disebut dialek Bukit dan Sik (1981:1).

Hanya sebagian kecil masyarakat Gayo yang masih mencantumkan nama marganya, terutama yang tinggal di daerah Bebesen. Hal ini hanya untuk menelusuri asal usul/keturunan saja.

Daftar Suku Bangsa Di Indonesia Beserta Asal Daerahnya

Pada abad ke-11, masyarakat Gayo mendirikan kerajaan Lingae pada masa pemerintahan Sultan Mahdum Johan Bardaulat Mahmud Siah dari Kesultanan Parlak. Informasi tersebut diketahui dari pernyataan Raja Uyem dan putranya Raja Ranta, Raja Sik Bebesen dan Zainuddin yaitu raja-raja Jurun Bukit yang sama-sama memerintah sebagai raja pada masa penjajahan Belanda.

Raja Lingga I konon mempunyai 4 orang putra. Yang tertua adalah perempuan bernama Empu Beru atau Datu Beru, yang lainnya adalah Sebayak Lingga (Ali Syah), Meurah Johan (Johan Syah) dan Meurah Lingga (Malamsyah).

1. Sebayaka Lingga kemudian merantau ke tanah Karo dan membuka lahan disana, ia dikenal dengan nama Raja Lingga Sibayaka.

2. Maura Yahan melakukan perjalanan ke Aceh Basr dan mendirikan kerajaannya yang dikenal dengan nama Kesultanan Lam Krak atau Lam Oiyy atau Lamuri atau Lamuri. Artinya Kesultanan Lamuri tersebut di atas didirikan oleh Maura Yahan

Hidangan Khas Gayo Yang Lezat Tanpa Minyak Dan Santan

3. Meurah Lingga tinggal di Lingga, Gayo, yang kemudian menjadi raja Lingga secara turun temurun. Meurah Silu merantau ke wilayah Pasai dan menjadi pegawai Kesultanan Daya di Pasai. Meurah Megella sendiri dimakamkan di Vih Ni Rayang di lereng Keramil Paluh wilayah Lingay, Aceh tengah. Hingga saat ini tetap dijaga dan dihormati oleh warga.

Baca Juga  Biskuit 3d

Alasan migrasi tersebut tidak diketahui. Namun menurut sejarah, konon Raja Lingga sangat menyayangi Meera Mege Meer bungsunya. Jadi anak-anak lain lebih suka merantau.

*Dalam Adi Genli Raja Lingga I Gayo* Dalam Raja Sebayak Lingga Tanah Karo. Raja Karo *Raja Meura Johan (pendiri Kesultanan Lemur) *Meura Sinabung (pendiri Kesultanan Samuda Pasai) putra Meura Silu dan menjadi *Raja Linge II alias Mara Lingga di Gayo.

Raja Lingga XIII menjadi Amir al-Harb Kesultanan Aceh. Pada tahun 1533, Kerajaan Johor baru didirikan di Malaysia di bawah pimpinan Sultan Alauddin Mansur Syah. Raja Linga XIII diangkat sebagai kabinet di negara bagian baru. Keturunannya mendirikan Kesultanan Lingga di Pulau Lingga, Kepulauan Riau, yang kedaulatannya meliputi Riau (Indonesia), Temesek (Singapura) dan sebagian kecil Malaysia.

Warisan Budaya Indonesia Yang Telah Diakui Dunia

Masyarakat Gayo hidup dalam komunitas kecil yang disebut Hades. Gesik dilakukan oleh kepala desa masing-masing. Kumpulan beberapa desa disebut Kemukiman, dipimpin oleh seorang Mukim. Sistem pemerintahan tradisional terdiri dari unsur-unsur kepemimpinan yang disebut Sarak Opat, terdiri dari Reje (Raja), Petu (Pemimpin), Imam (Imam) dan Rayat (Rakyat).

Saat ini terdapat beberapa permukiman yang menjadi bagian dari kecamatan yang meliputi unsur pimpinan: Gekik, wakil Gekik, imam dan resi yang mewakili masyarakat.

Suatu desa biasanya dihuni oleh beberapa kelompok (marga) yang berbeda. Para anggota aliran sesat merasa bahwa mereka adalah keturunan satu nenek moyang, namun saling mengenali dan menjalin hubungan yang langgeng melalui berbagai upacara adat. Garis keturunan ditarik berdasarkan prinsip patrilineal. Sistem perkawinan adat bersifat eksogami terpecah, dengan praktik penyelesaian pascanikah bersifat patrilokal (juelen) atau matrilokal (angkap).

Kelompok yang paling sedikit mempunyai hubungan kekerabatan disebut sara in (keluarga terpisah). Kesatuan banyak keluarga inti inilah yang dinamakan Dapur Sarah. Dahulu banyak sara dapur yang tinggal bersama di rumah panjang, oleh karena itu disebut sara Uma. Beberapa rumah panjang bersatu dalam satu kula (marga). Saat ini, banyak keluarga inti tinggal di rumah mereka sendiri.

Pesona Seni Negeri Antara

Selain itu, ada juga warga yang berprofesi sebagai tukang kebun, nelayan, dan pengepul hasil hutan. Mereka juga mengembangkan seni pembuatan tembikar dan tenun. Saat ini mata pencaharian utama adalah hortikultura, khususnya tanaman kopi gayo. gerakan lenganb. gerakan tubuhc. Gerakan Kepala 1. Ucapan Salam 2. Lagu Uluni 3. Lagu Tari Saman 4. Uk Ni Kmuh 5. Lagu Penutup

Baca Juga  Sangat Beruntung Orang Yang Menghafal Surat Al-ma'un Alasan

Tari Saman yang berasal dari suku Gayo, Aceh merupakan salah satu kebudayaan yang diakui sebagai Warisan Dunia Intangible oleh UNESCO. Saman Nritya merupakan olah raga tradisional yang dilakukan oleh generasi muda.

Menurut website Kemendikbud, Tari Saman merupakan kegiatan rekreasi, menarikkah? Lihat lebih lanjut tentang Tari Salmon.

Mengutip dari buku SAMAN: Seni Negeri Gayo karya Rajab Bahri, dkk (2014), ada berbagai sejarah tari Saman yang bisa Anda baca di bawah ini:

Mengenal Sistem Kekerabatan Patrilineal Dan Suku Suku Yang Menganutnya Di Indonesia

Sebagai sarana untuk mengingat aturan atau adat istiadat, seperti yang ditunjukkan oleh puisi Samman. Puisi tersebut berpesan untuk tidak sombong dan mengingat diri sendiri. Puisi dalam tarian ini juga menyiratkan ketaatan atau ketundukan anak kepada orang tuanya dan menghormati orang lain.

Dalam tari saman tergantung pada gerakan tangan, badan dan kepala. Berbagai gerakan tari saman juga terfokus pada kaki yang menempel pada tempat duduk. Pola lantainya pun hanya ada satu, yaitu pola lantai garis lurus yang sejajar yaitu horizontal dan menghadap penonton. Melaporkan dari buku yang sama, berikut cerita lengkapnya.

Dalam tari Saman, para penarinya dilatih agar mempunyai konsentrasi penuh dan stamina yang besar. Seperti dilansir dalam buku yang sama, Saman: Seni dari Negeri Gayo karya Rajab Bahri, dkk (2014), berikut cara penyajiannya:

Penari melakukan salam untuk memuji dan memuliakan nama Allah swt. Setelah salam, mulai berkembang gerak-geriknya, gerak tangan, gerak badan, dengan bunyi sedetik (kecil dan merdu). Tempo gerakan lambat dan sedang.

Tari Tradisional Aceh Beserta Fakta Dan Penjelasannya

Uluni lagu artinya kepala lagu, artinya gerak tari yang tidak terlepas dari irama lagu. Pada bagian ini terdapat suara kejut yang keras dan semakin cepat saat bergerak.

Pada babak ini kecepatan gerakan tangan adalah dada, paha atau tepuk tangan, sekaligus menggerakkan badan ke atas dan ke bawah atau mendatar. Dengan konsentrasi penuh dan nyanyian harus bernada tinggi dan nyaring. Seluruh gerakan bergerak cepat dan berubah perlahan.

Sebagai gerakan alternatif yang ditempatkan di tengah-tengah lagu dengan tujuan mengatur ritme. Sesuai aba-aba, penari akan memulai gerakan cepat dan memasuki bagian gerakan penuh gairah

Ciri khas suku ambon, ciri khas suku melayu, ciri khas suku mentawai, ciri khas kopi gayo, ciri khas suku bugis, makanan khas suku gayo, ciri khas suku baduy, ciri khas suku minangkabau, ciri khas suku bali, baju adat suku gayo, suku gayo, ciri khas suku madura