Ponorogo

Cinta Budaya, Anggota Heppiii Community Berpenadon saat Donor Darah

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Aksi menarik ditunjukkan oleh ratusan warga Ponorogo yang tergabung dalam Heppiii Community. Saat menggelar donor darah pada Selasa (3/11) lalu mereka kompak mengenakan pakaian penadon.

Koordinator Heppiii Community Ponorogo Andri Kristiawan mengatakan pakaian adat penadon ini dianggap sangat sakral oleh warga setempat. Pakaian ini hanya dikenakan saat momen-momen penting seperti saat bulan Syuro atau tahun baru Islam (hijriah) dan hari-hari penting lainnya.

“Dikenakannya pakaian adat saat donor darah kemarin ini sebagai wujud kecintaan warga terhadap budaya dan kearifan lokal yang masih terus dijunjung tinggi,” kata Andri.

Pakaian adat Ponorogo ini memiliki warna dominan serba hitam, baik itu baju maupun celana yang dikenakan. Pakaian ini banyak memiliki kemiripan dengan pakain adat Madura, namun ada beberapa detail yang membedakan seperti ikat kepala Madura yang disebut odeng sedangkan Ponorogo bernama udeng hitam dengan banyak motif.

Celana Madura bernama komboran berwarna hitam dengan panjang sepertiga atau lebih panjang. Ponorogo bernama kombor berwarna hitam dengan garis warna merah di dalamya apabila dilipat dan lebih longgar.

“Setelah donor darah kami langsung menanam 300 pohon tabebuya di lingkungan Desa Prajekan bersama karang taruna (karta) Suryo Pandowo. Penghijauan ini sebagai langkah awal mensukseskan program taman desa,” imbuh Andri.

Di desa lain juga melakukan kegiatan yang bersifat budaya seperti mengunjungi makam leluhur sekaligus bersih-bersih area makam, kegiatan ini dilakukan kelompok masyarakat (Pokmas) Selo Mulyo Desa Japan.

Sejumlah karta yang mengikuti kegiatan donor darah serentak selama sepekan terakhir ini adalah Karta Bhakti Manunggal, Karta Suko Taruno, Karta Gambir Sawit, Karta Onggopati, Sedulur Vespa Ponorogo, Karta Nanggala Sakti Desa Nanggungan. “Total komunitas yang terlibat ada delapan, yang mendaftar 283 orang, yang bisa diambil darahnya ada 174 pendonor,” ungkapnya.

Kegiatan yang diinisiasi oleh PT SCM bersama Inspire dan didukung Palang Merah Indonesia (PMI) di 58 kota/kabupaten ini melibatkan 492 komunitas dan 112 karang taruna. Komunitas yang terlibat program donor darah “Bakti Pemuda, Setetes Darah Untuk Negeri” ini tergabung dalam beberapa komunitas besar seperti SuperSoccer, SuperAdventure, Bold Riders, dan Heppiii Community, kelompok karang taruna dari berbagai desa.

Kolaborasi komunitas ini berlangsung selama periode 7-31 Oktober 2020, bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda. Kegiatan ini juga merupakan lanjutan dari program “Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi” pada Hari Qurban di bulan Juli lalu.

Saat itu terdapat 379 komunitas dari SuperAdventure, Bold Riders, dan Heppiii Community yang terlibat dengan lebih dari 15 ribu anggota di 42 kota. Terdapat 5 ekor sapi dan 202 ekor kambing yang disembelih dengan lebih dari 5.000 kantong daging dibagikan ke masyarakat sekitar. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button