Madiun

CFD Jalan Pahlawan Tamat, Mulai Pekan Depan Ganti Konsep Sunday Market

MADIUNJawa Pos Radar Madiun – Minggu (28/7) menjadi agenda pemungkas pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Pahlawan sejak tujuh tahun silam. Selanjutnya, mulai pekan depan (4/8) pemkot bakal mengaktifkan kegiatan center poin kawasan bebas asap kendaraan bermotor itu di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun. Kali ini konsepnya beda. Bukan lagi CFD, melainkan Sunday Market.

Sekitar pukul 05.30, Jalan Pahlawan yang dipakai lokasi CFD mulai dipadati para pedagang. Mereka sibuk menata lapak masing-masing di sepanjang jalan protokol tersebut. Sementara, petugas dishub yang baru saja datang langsung memasang papan blokade jalan. Sekaligus mengarahkan para juru parkir (jukir).

Di tempat terpisah, beberapa petugas satpol PP juga sudah terlihat bersiaga di beberapa titik arena CFD. Seperti di Jalan Perintis, depan kantor Pemkot Madiun, dan Jalan Kalimantan. Mereka bertugas mengawasi jalannya kegiatan CFD di Jalan Pahlawan supaya pedagang tertib.

Sekitar setengah jam kemudian warga mulai berbondong-bondong datang. Beberapa di antaranya menyertakan anggota keluarganya. Mereka bisa menikmati suasana pagi tanpa khawatir lalu-lalang kendaraan bermotor.

Namun, kemarin merupakan momen terakhir CFD Jalan Pahlawan. Keberadaan hari bebas kendaraan di kawasan itu sudah sejak 2011. Dari jumlah pedagang yang sedikit, akhirnya kini mencapai ratusan. Pengunjungnya pun mencapai ribuan.

Banyak tanggapan terkait hari terakhir CFD Jalan Pahlawan. Yustini, salah seorang pedagang nasi pecel, mengaku makanan khas Kota Madiun yang dijualnya itu laris manis. Sedangkan mengenai persiapan pindah ke tempat yang baru, Yustini masih terus memantau melalui grup WhatsApp (WA) para pedagang CFD. ’’Menunggu informasi selanjutnya lewat grup WA,’’ kata pedagang yang sudah dua tahun berjualan di kawasan CFD itu.

Sama dan sebangun dengan Sri. Pedagang pakaian itu lapaknya ramai. Terkait dengan persiapan bergeser ke Taman Lalu Lintas Bantaran 4 Agustus mendatang, Sri mengaku sudah melakukan survei tempat. ‘’Minggu lalu saya survei, sudah tahu tempat saya berjualan di sana nanti,’’ ujar Sri.

Terpisah, Ketua paguyuban car free day (CFD) Ani mengaku senang sekaligus sedih di hari terakhir CFD di Jalan Pahlawan. Alasannya, karena hari ini diakuinya justru lebih banyak pengunjung yang datang. Itu tidak seperti pekan-pekan sebelumnya. ‘’Ramai sekali hari ini (kemarin), tapi sedihnya mereka (pengunjung, Red) bilang mau melihat car free day untuk yang terakhir kali. Karena minggu depan sudah pindah ke Bantaran,’’ tuturnya.

Kendati demikian, Ani tetap antusias menyambut tempat dan konsep baru. Mengenai persiapan di Bantaran, dia menuturkan bahwa sudah ada penataan nomor lapak, garis-garis pembatas untuk stan. Bahkan, sebagian pedagang sudah ada yang survei, tapi baru sendiri-sendiri. ‘’Kelanjutannya nanti ada sosialisasi, tetapi menunggu undangan dari dinas terkait terlebih dahulu,’’ terangnya.

Pedagang yang berjualan di sana nanti, kata Ani, yakni yang sudah terdaftar di paguyuban. Semisal ada pedagang baru yang ingin ikut berjualan di sana, harus didata dulu, kemudian diajukan ke pemerintah kota dan menanyakan apa masih ada tempat. ‘’Kalau belum teregistrasi di paguyuban ya belum bisa,’’ jelas pedagang telur asin ini.

Sementara, Reno, salah seorang pengunjung CFD, mengaku sedih. Sebab, bersama teman-temannya sudah terbiasa dengan suasana keramaian di Jalan Pahlawan. ‘’Sudah nyaman di sini, kalau dipindah rasanya gimana gitu. Tapi, Insya Allah nanti berkunjung ke sana sama teman-teman,’’ katanya.

Terpisah, Wali Kota Madiun Maidi mengatakan bahwa Sunday Market tidak hanya akan digelar pada setiap Minggu. Tetapi rencananya juga bakal diselenggarakan tiap Sabtu malam. ‘’Untuk yang setiap Sabtu malam itu setelah tanggal 4 Agustus,’’ sebutnya.

Mantan sekda Kota Madiun itu kembali menekankan kepada para anggota paguyuban untuk me-manage Sunday Market dengan baik. Termasuk dalam hal pengelolaan kebersihan lingkungan. ‘’Kalau ada yang kotor, nanti akan saya tandai. Besoknya tempat itu tidak boleh dipakai untuk jualan,’’ tegas Maidi.

Selama di Bantaran Kali Madiun, konsep CFD bakal diubah menjadi Sunday Market. Pola itu serupa dengan Sunday Morning (Sunmor) yang ada di bundaran UGM, Jogjakarta. Di mana pedagang maupun pelaku UMKM bisa bebas menjajakan barang dagangan mereka. Tentunya dengan sistem dan mekanisme yang sudah diatur oleh pemkot.

Seperti penataan lapak jualan bakal dibedakan jenisnya. Selain itu, waktu pelaksanaan Sunday Market lebih panjang dibandingkan dengan CFD. ‘’Kan CFD di Jalan Pahlawan itu mulai pukul 06.00–08.00. Kalau di Sunday Market nanti lebih fleksibel. Tapi, maksimal pukul 06.00–12.00,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono.

Berdasarkan data disperindag, tercatat ada sekitar 760 pedagang yang rencananya akan menggelar lapak mereka di Sunday Market mulai 4 Agustus mendatang. Dari jumlah tersebut, 731 pedagang di antaranya tergabung dalam paguyuban CFD Jalan Pahlawan. Di mana sebanyak 164 pedagang berasal dari luar daerah. Sedangkan, 567 pedagang lainnya asal Kota Madiun. (*/ota/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button