Madiun

Cerita Titi Surya Ningsih Sepekan Jadi Ajudan Ridwan Kamil

Mei lalu menjadi momen tak terlupakan bagi Titi Surya Ningsih. Kala itu, perempuan asli Madiun yang kini tinggal di Thailand ini berkesempatan menjadi ajudan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bagaimana kesannya?

===================

NUR WACHID, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

SUARA Titi Surya Ningsih terdengar samar dari sambungan telepon. Bahkan, sesekali putus-putus. Maklum saja, perempuan kelahiran 1996 itu kini menetap di Bangkok, Thailand. Dia meninggalkan tanah air setelah menikah Juli lalu. Meski begitu, Titi tetap bersemangat menceritakan pengalamannya menjadi ajudan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Masih lekat dalam ingatan Titi saat kali pertama bertemu Ridwan Kamil (RK). Dia hanya terdiam dan takut ketika hendak membuka obrolan. Beruntung, RK peka dan berusaha mencairkan suasana. ‘’Waktu itu takut salah ngomong,’’ ujar Titi.

Titi berkesempatan menjadi ajudan RK selama sepekan dalam program Jabar Future Leaders (JFL) 2019. Tepatnya pada 6-12 Mei lalu. Selama seminggu penuh dia harus menjalankan tugasnya. Mulai menyediakan berbagai fasilitas saat RK berdinas hingga mengambil foto saat sang ’’bos’’ menyapa warga. ‘’Bapak (Ridwan Kamil, Red) itu sosok yang dekat dengan masyarakat,’’ sebutnya.

Pertengahan Januari lalu Titi mengirimkan persyaratan mengikuti seleksi JFL. Yakni, biodata, vlog, serta esai bertema motivasi diri mengikuti program tersebut. Dia juga menyertakan rencana ke depan jika lolos seleksi.

Sebulan berselang hasil seleksi diumumkan dan Titi dinyatakan lolos. ‘’Tidak menyangka dan alhamdulillah banget terpilih,’’ ucap sulung bersaudara pasangan Murtadho Prayitno-Susilowati itu sembari menyebut dari ribuan pendaftar hanya diambil 30 peserta.

Pertengahan Februari Titi berangkat ke Gedung Sate, Bandung, untuk menjalani boot camp. Dia dibekali ilmu kehumasan dan protokoler. Bekal itu pula yang digunakan alumnus desain interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya tersebut selama menjalankan tugas sebagai ajudan RK.

Tugas itu menjadi tantangan tersendiri lantaran berlangsung pada bulan Ramadan. Dia harus menahan haus serta menjaga konsentrasi dan stamina. ‘’Apalagi Bapak (RK, Red) itu orangnya sangat cekatan. Semua pekerjaan harus selesai dengan cepat dan tepat. Beliau tidak pernah menyuruh. Jadi, saya harus tahu tugas yang harus dilaksanakan. Termasuk hal terkecil seperti menyiapkan bolpoin,’’ bebernya.

Sejatinya, Titi mendapatkan kesempatan magang menjadi ajudan RK. Namun, setelah menikah dia memilih mendampingi suami yang bekerja di Thailand. ‘’Dulu inginnya seperti itu, magang sambil bekerja freelance sebagai desainer interior. Tapi, setidaknya saya dapat pelajaran berharga,’’ ucap istri Andhika Dimas Dwiputra itu. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button