Ngawi

Cerita Sumarti saat Detik-Detik Lesus Menerjang Rumahnya

Kepala Terluka hingga Mendapat Empat Jahitan

Rumah milik Sumarti di Dusun Brendil, Babadan, Paron, ikut menjadi korban keganasan angin kencang, Rabu sore (11/12). Bangunan yang didominasi kayu tersebut rata tanah akibat diterjang lesus.

=====================

SUGENG DWI, Ngawi, Jawa Pos Radar Ngawi

GUMPALAN kain kasa putih tampak kontras dengan warna rambut Sumarti. Sesekali dahinya mengerut menahan perih di kepalanya yang terluka akibat tertimpa potongan material  rumah saat angin kencang mengamuk Rabu sore (11/12). ‘’Saya masih di dalam waktu rumah roboh, lalu tertimpa kayu bangunan,’’ ungkap Sumarti.

Sumarti tak mengira rumahnya yang didirikan 10 tahun silam kini rata tanah. Sebab, sisi kiri dan kanan bangunan rumahnya ditumbuhi pohon jati tinggi dan rapat. Perempuan 34 tahun itu pun merasa aman saat menanak nasi di dalam rumah beberapa saat menjelang kejadian berlangsung. ‘’Anginnya juga tidak terlalu kencang dan hanya turun gerimis kecil,’’ ujarnya.

Namun, beberapa menit berselang lesus menerjang rumah warga Dusun Brendil, Babadan, Paron, itu. Angin superkencang datang dari sisi utara. Hanya dalam hitungan detik rumahnya pun roboh. ‘’Tetangga saya bilang anginnya berwarna putih seperti kabut tebal,’’ katanya.

Sumarti yang saat itu tengah memasak sempat tertimpa material bangunan. Beruntung, teriakannya minta tolong terdengar suami dan anaknya. Bersama warga sekitar yang datang membantu, dia lantas dibawa ke puskesmas. Kepalanya yang robek tertimpa benda tumpul mendapat empat jahitan. ‘’Waktu itu darahnya cukup banyak,’’ ujarnya.

Kini Sumarti kebingungan. Sedianya rumah warisan orang tuanya tersebut bakal dipindah bulan depan. Sejak didirikan 10 tahun silam, rumah itu dibangun di lahan tetangganya. ‘’Saya disuruh jaga rumah satunya karena tak ada yang menempati. Sementara, rumah saya sendiri mau saya pindah setelah nanti anak lulus SMA,’’ paparnya. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close