Ponorogo

Cerita Para Pasien Positif Covid-19 via Video Call

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Berbagai cerita dituturkan para pasien positif Covid-19 di Ponorogo. Tak menduga bisa tertular dari kegiatan di Surabaya. Hanya hitungan hari setelah pulang ke rumah, gejala-gejala mengarah korona mulai terasa. Cerita itu disampaikan kepada Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni melalui video call Sabtu lalu (18/4). ‘’Saya masuk ruang isolasi mulai 30 Maret,’’ kata pasien positif nomor 2.

Pasien ini merupakan peserta pelatihan tenaga pendamping haji di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, pada 8-18 Maret. Acara tersebut berskala besar. Seluruh daerah di Jawa Timur mengirim perwakilan. Ternyata, banyak fasilitator dalam acara tersebut berasal dari luar negeri. ‘’Mungkin dari situ penularannya. Acara itu pertemuan besar,’’ ungkapnya.

18 Maret dia pulang dalam kondisi sehat. Lima hari kemudian, 23 Maret, mulai timbul gejala demam yang tidak wajar. Sakit semakin parah pada 28 Maret. Saat itu, dia mulai merasakan batuk dan sesak napas. ‘’Pulang dari Sukolilo saya sempat bekerja,’’ imbuhnya.

Dia sempat mendapat bantuan oksigen hingga hari kelima diisolasi. Setelah itu, kondisinya mulai membaik. Belakangan, sang istri menyusul terkonfirmasi positif dan sudah dirawat 14 hari. Istrinya pasien positif nomor 5. Sementara sang anak empat hari dirawat dengan status pasien dalam pengawasan (PDP), lantaran hasil uji swab-nya belum keluar. ‘’Selama isolasi membaca buku, mengaji, main handphone, agar tidak bosan. Sekarang sudah bisa olahraga pagi,’’ ujarnya.

Pengalaman tak jauh beda diutarakan pasien nomor 4 yang dinyatakan sembuh Kamis lalu (16/4). Dia juga tertular dari Asrama Haji Sukolilo. Dua hari setelah pulang dari Surabaya, dia meriang. Demamnya tidak biasa. ‘’Dari situ langsung mengira ini sepertinya korona,’’ tuturnya.

Dia minta keluarga di rumah mulai menjaga jarak dengannya. Lalu melapor ke Puskesmas Balong dan langsung diisolasi di RSUD dr Harjono. Beruntung, keluarganya tidak menunjukkan gejala mengarah Covid-19. ‘’Selama isolasi, pagi sarapan dan minum obat, salat Duha dan baca Alquran, lalu makan buah, siang ngaji. Pokoknya jangan sampai stres karena itu menghambat penyembuhan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close