Advertorial

Cek Rusunawa, Wali Kota Maidi: Pastikan Beroperasi Besok

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Progres persiapan Rusunawa Tahap II untuk tempat isolasi mencapai 90 persen. Wali Kota Maidi ingin tempat isolasi bagi aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kesehatan (nakes) itu ready digunakan 24 Juli. Tempat isolasi dilengkapi tempat olahraga dan kebun dengan kualitas udara terbaik.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Totok Sugiharto hari ini pagar pembatas area tempat isolasi tuntas dikerjakan. Menurut dia pagar berfungsi untuk menstrilkan area sehingga tidak semua orang dapat masuk area tersebut. Kami terus persiapkan sesuai SOP (standar operating procedure) koordinasi dengan dinkes-PPKB dan rumah sakit, kata Totok.

Totok menyebut rusunawa dengan kapasitas 44 ruang itu dapat menampung 100 pasien. Fasilitas yang disiapkan tempat tidur dewasa dan anak, ruang tamu, dapur, kamar mandi, dan musala. Selain itu pihaknya juga menyekat beberapa ruang yang digunakan tenaga medis yang bertugas merawat pasien. Harus benar-benar ready. Jadi jangan sampai ada penambahan persiapkan ketika tempat ini sudah digunakan, lanjutnya.

Wali Kota Madiun Maidi yang mengecek lokasi kemarin memastikan rusunawa siap operasi besok (24/7). Seluruh unit akan difungsikan untuk isolasi ASN dan nakes yang terkonfirmasi. Maidi menjamin fasilitas kelas wahid tersedia di rusunawa yang dia sebut sebagai apartemen mewah itu. Instalasi oksigen dan petugas yang ngurusi isolasi mulai makan, vitamin, kita siapkan semua, kata Maidi.

Fasilitas tambahan lainnya, sebut Maidi, tempat isolasi dilengkapi fasilitas olahraga dan berjemur. Selain itu Maidi ingin kebun di samping rusunawa difungsikan untuk para pasien refreshing. Menurut dia kebun dengan udara baik itu dapat membantu penyembuhan para pasien. Di sini ada kebun, di tengah sawah jauh dari masyarakat. Bisa digunakan untuk tempat refreshing karena udaranya bagus sehingga cepat sembuh, lanjutnya.

Maidi menjelaskan kebijakan rusunawa difungsikan tempat isolasi bertujuan menekan bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit rujukan di kota ini. ASN dan nakes yang selama ini menempati Wisma Haji Kota Madiun dapat dipindahkan ke rusunawa. Sementara Wisma Haji disiapkan untuk rumah sakit (RS) lapangan fokus menangani kasus denga gejala sedang dan berat. Dengan kerja maraton ini Covid-19 dapat diatasi bersama, ungkapnya.

Dia menambahkan dengan berbagai kebijakan yang ada diharapkan kasus aktif, kematian, dapat ditekan. Pada sisi lain, pemerintah terus menggelontor bantuan bagi warga. Baik warga yang terdampak secara ekonomi, maupun dari sisi kesehatan. Termasuk bantuan bagi warga yang menjalani isoman tidak luput dari perhatian. Kebijakan kita saling menguatkan, memberikan masukan untuk saling memotivasi. Mulai tingkat RT hingga pemerintah bekerja bersama gotong-royong, pungkasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button