Mejayan

Cegah Putus Sekolah, Pemkab Madiun Usahakan Biaya Pendidikan Anak Korban Covid-19

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun bakal melakukan penelusuran kalangan pelajar yang orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Pun, berjanji memikirkan kelanjutan pendidikan mereka. ‘’Mengenai anak-anak korban korona, nanti kami koordinasikan dengan MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah, Red),’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Rabu (18/8).

Diketahui, sedikitnya 93 anak di Kabupaten Madiun kini menyandang status yatim, piatu, maupun yatim piatu karena orang tuanya meninggal dalam kondisi positif Covid-19. Usia mereka bervariasi, mulai 1 hingga 18 tahun. ‘’Kondisi itu akan jadi perhatian kami, khususnya terkait pendidikan mereka,‘’ janjinya. ‘’Poin penting dalam menyikapi kondisi tersebut adalah jangan sampai anak-anak itu putus sekolah,’’ imbuh Siti.

Pihaknya akan lebih dulu mengkroscek data anak korban Covid-19 di dinas terkait. Setelah itu, dibahas lebih mendalam dengan lembaga tempat mereka bersekolah. ‘’Baik tingkat TK, SD, maupun SMP, semua akan coba kami carikan solusi,’’ tegasnya. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button