Magetan

Cegah PAD Bocor, Terapkan E-Retribusi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Masalah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar coba dicegah. Salah satunya dengan menerapkan program penarikan retribusi pasar berbasis elektronik (e-retribusi). Tetapi, penerapan e-retribusi tidak merata.

Dari 20 pasar tradisional yang dikelola Disperindag Magetan, baru lima pasar yang menerapkan sistem tersebut. Yakni, Pasar Sayur 1 dan 2, Pasar Maospati, Pasar Agrobis Plaosan, dan Pasar Gorang-Gareng 1. Pihak disperindag berdalih program tersebut masih dalam tahap uji coba. ‘’Penerapannya tahun ini,’’ ujar Kasi Sarpras Disperindag Magetan Darmudji Kamis (25/7).

Dia menuturkan, penerapan e-retribusi bertujuan mempermudah pedagang membayar retribusi. Selain itu, mengantisipasi dan mencegah kebocoran PAD. Sekaligus menghemat pengeluaran biaya cetak karcis oleh disperindag. ‘’Karena pembayarannya kan langsung menggunakan kartu. Pasti tepat,’’ ujarnya.

Darmudji mengaku sosialisasi kepada pedagang sudah dilakukan. Kendati demikian, tak semua menerima perubahan sistem penarikan retribusi tersebut. Apalagi, mereka harus dibebani biaya admin saat transaksi. ‘’Kami terus lakukan pendekatan. Sambil melakukan pendataan untuk pembukaan buku tabungan,’’ terangnya.

Diakuinya, penerapan e-retribusi ini awalnya diujicobakan di enam pasar. Hanya paguyuban di Pasar Baru yang menolak. Tetapi, pihaknya sudah menyiapkan sanksi yang pas untuk para pedagang. Meskipun sebenarnya dia sangat menyayangkan adanya penolakan dari pedagang tersebut. ‘’Paling tidak, untuk uji coba tiga pasar harus sudah menerapkan e-retribusi,’’ tandas Darmudji. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close