Ngawi

Cegah Kerumunan Warga, Alun-Alun Merdeka Ngawi Lockdown

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Langkah berani diambil Pemkab Ngawi. Mulai besok, kawasan Alun-Alun Merdeka ditutup dan disterilkan dari segala aktivitas. Pun, para pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di lokasi tersebut diminta tidak membuka lapaknya.

Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono mengungkapkan, rencana lockdown kawasan Alun-Alun Merdeka telah dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) percepatan penanganan dan pencegahan Covid-19 di paseban pemkab setempat Kamis (2/4). ‘’Kalau malam jadi tempat bergerombol anak muda, makanya saya minta ditutup saja,’’ kata Kanang.

Kanang menjelaskan, akses jalan masuk alun-alun dari arah selatan akan ditutup total mulai bawah gapura Negeri Ngawi Ramah. Titik penutupan lainnya adalah depan Kantor Pos Ngawi dan depan Masjid Agung Baiturrahman. ‘’Lapak para pedagang juga harus tutup,’’ ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Kanang, tidak ada masalah dengan PKL. Mereka kooperatif dan mudah diatur. Persoalannya ada pada pembelinya yang sulit ditertibkan. Imbauan agar tidak makan atau minum di tempat pun kerap dilanggar. ‘’Nanti akan dipikirkan, yang penting sekarang ditutup dulu,’’ kata Kanang saat ditanya dampak ekonomi penutupan alun-alun.

Diakuinya, sejauh ini pihaknya belum menentukan kompensasi yang akan diberikan kepada para PKL. Pemkab kini tengah menyiapkan bantuan bagi para pemudik yang terpaksa kembali ke kampung halamannya karena tempat kerjanya ditutup. ‘’Bantuannya dalam bentuk pangan, bukan uang tunai. Pemkab nanti juga akan mengupayakan biaya mereka kembali ke perantauan jika situasinya sudah membaik,’’ terangnya.

Bagaimana dengan perkembangan Covid-19 di Ngawi? Kanang menyebut hingga kemarin masih nihil warga positif korona. Total tujuh pasien dalam pengawasan (PDP), kata dia, semuanya telah sembuh. ‘’Mudah-mudahan tidak tambah lagi. Semua tergantung pada para pemudik, apakah mereka carrier (pembawa, Red) Covid-19 atau tidak,’’ papar Kanang.

Dia juga memastikan bahwa dua petugas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ngawi yang mengikuti kegiatan persiapan haji di Surabaya kondisinya baik-baik saja. Meski begitu, keduanya diminta melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil uji laboratorium guna mengetahui positif Covid-19 atau tidak. ‘’Sampai sekarang statusnya masih ODR (orang dalam risiko, Red),’’ ungkapnya.  (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close