Madiun

Catut Nama Ketua DPC PKB Kota Madiun, Penipu Tawarkan Lelang Kendaraan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peristiwa kurang mengenakkan menimpa Ngedi Trisno Yhusianto. Nama ketua Komisi II DPRD Kota Madiun itu dicatut oknum tidak bertanggung jawab untuk lelang noneksekusi internal. Modusnya sama seperti yang sempat dialami Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono beberapa waktu lalu.

Oknum itu menyebar pesan WhatsApp dengan nomor 0812-6850-5520 ke sejumlah orang. Termasuk di antaranya seorang wartawan, Mohammad Adi Saputra. Untuk meyakinkan calon korban, foto profilnya sengaja dipasang wajah Ngedi berkemeja dan berkopiah putih. ‘’Awalnya, saya kira Abah Ngedi. Tapi, ini kok nomornya beda,’’ kata Adi, Rabu (13/10).

Adi mulai curiga kalau itu bukan Ngedi, ketika yang bersangkutan menanyakan kabar dirinya. Padahal, sehari sebelumnya dia sempat bertemu Ngedi di kantor DPRD Kota Madiun. ‘’Dia (Ngedi, Red) sempat menanyakan kabar keluarga saya,’’ ungkap wartawan Koran Memo itu.
Meski begitu, Adi tetap menanggapi pesan tersebut. Siapa tahu ada kabar penting yang hendak disampaikan. Tidak lama berselang, Ngedi abal-abal itu menyampaikan beberapa informasi. Yakni, terkait lelang dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kementerian Keuangan.

Isinya pengumuman lelang kendaraan berikut nilainya. ‘’Nah, dari sini kemudian saya menyadari kalau ini adalah orang yang menyaru sebagai Abah Ngedi untuk menipu. Pesan itu kemudian saya kirimkan kepada Abah,’’ terang Adi.

Ngedi yang menerima laporan tersebut buru-buru mengklarifikasi. Dia memastikan itu bukan nomornya. Pun, menegaskan tidak pernah menjual mobil dengan modus seperti pesan yang masuk ke Adi. ‘’Bukan nomor saya itu. Saya nggak pernah ganti nomor. Itu jelas apus-apus (penipuan, Red). Jadi, (jika menerima pesan seperti itu) jangan diladeni,’’ pintanya.

Sejauh ini, kata dia, baru satu orang yang menerima dan mengklarifikasi pesan tersebut kepada dirinya. Pun, Ngedi menyebut bahwa kejadian seperti itu baru kali pertama menimpa dirinya. ‘’Intinya, pesan itu hokas, jangan percaya,’’ tegas Ngedi. (her/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button